oleh

Mantab !!! … SMK N 1 Purworejo Berhasil Merakit Mesin Pemroses Gula Semut

-Berita-416 Dilihat
Alat pemroses gula semut rakitan SMK 1 Purworejo.
PURWOREJO-JATENG, SriwijayaAktual.com – SMK Negeri 1 Purworejo berhasil merakit mesin pemroses gula semut.
Pihak sekolah berencana mengaplikasikan alat tersebut untuk mendukung
industri kecil gula semut yang berkembang di Kabupaten Purworejo.
Ide pembuatan mesin tersebut berawal dari bantuan pengembangan
sekolah berbasis industri. “Program itu mengajak sekolah menciptakan
sesuatu yang sesuai dengan potensi perekonomian masyarakat,” kata Sugeng
Wiyono, Guru Teknik Permesinan SMK 1 Purworejo, seperti dilansir KRjogja.com,
Selasa (06/09/2016).
Pihak sekolah melakukan eksplorasi wilayah Purworejo dan menemukan
fakta produktivitas gula semut kurang menggembirakan akibat dikerjakan
secara manual. Padahal, katanya, potensi usaha itu untuk mendukung 
perekonomian warga Purworejo sangat tinggi. Bahkan gula semut adalah
produk ekspor unggulan Purworejo.
Guru dibantu siswa mulai mewujudkan rancangan konsep untuk membantu
perajin, sehingga tercipta tiga jenis mesin. “Kami buat mesih pemasak,
penghancur dan pengayak. Mesin memasak dan penghancur menggunakan tenaga
motor bensin, sedangkan pengayak motor listrik,” ungkapnya.
Kendati demikian, upaya mekanisasi itu tidak meninggalkan kearifan
lokal yang selama ini digunakan perajin gula semut. “Untuk menghancurkan
tetap menggunakan tempurung kelapa dan pengaduk pakai kayu. Kami tidak
mengganti dengan logam karena ternyata meningkatkan kadar besi dalam
gula semut,” tuturnya.
Alat tersebut diujicoba dalam skala penelitian dan berhasil
memproduksi gula semut. Kualitas produk yang dihasilkan juga lebih
bersih. Namun alat tidak mempercepat proses pemasakan karena energi
panas yang digunakan sama dengan memasak secara manual. Tetapi tiga alat
tersebut sangat membantu karena perajin tidak mengeluarkan banyak
tenaga. Mereka juga bisa mengerjakan aktivitas lain di rumah selama alat
itu beroperasi.
Kepala SMK 1 Purworejo Budiyono mengemukakan, alat ciptaan sekolahnya
itu memungkinkan diterapkan untuk skala industri kecil. Kebutuhan
energi untuk mengoperasikan alat juga tidak banyak, hanya 1 – 2 liter
premium dan listrik 125 watt serta 300 watt. “Cocok untuk komunitas dan
alatnya mulai dilirik perajin Purworejo,” ucapnya. (*).

Komentar