oleh

Mantan Ketua Umum PB HMI 1979-1981: Ditangkap Hingga Ditembak pun Saya Siap!

-Berita-263 Dilihat

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Koordinator Lapangan Gerakan Nasional
Kedaulatan Rakyat (GNKR) Abdullah Hehamahua mengaku ikhlas jika
ditangkap bahkan ditembak oleh aparat sekalipun.

Pernyataan Abdullah itu untuk mengingatkan agar peserta aksi yang
mengawal sidang keputusan Mahkamah Konstitusi dapat membubarkan diri
tepat pukul 17.00 sore.

“Kalau sudah magrib gelap, perusuh akan masuk kita tidak tahu. Dan yang
korban adalah kita,” ujar Abdullah dari atas mobil komando, di Jalan
Medan Merdeka Barat, Kamis (27/6/2019). 

Kalau saya, Ustaz Asep, Sobri, ditangkap bahkan ditembak Insya Allah
kami ikhlas. Tapi kami tidak mau Bapak Ibu datang dari Surabaya, Medan,
Jatim dan Sulawesi Selatan jadi korban,” imbuhnya.
Menurut Abdullah, hasil sidang MK sudah terlihat meski putusan akhir belum dibacakan. 
“Kita tahu hasilnya bahwa (tuntutan) 02 ditolak. Ini baru satu episode dari perjalanan panjang,” ujarnya

Untuk itu, mantan penasihat KPK ini menyerukan agar besok massa berkumpul kembali melaksanakan shalat Jumat di Masjid Sunda Kelapa.

“Dari sana (masjid Sunda Kelapa) kita ke Komnas HAM, kita laporkan 600 KPPS dan 10 korban 21-22 Mei,” Tandasnya Abdullah Hehamahua yang merupakan Mantan Ketua Umum PB HMI Tahun 1979-1981 dan Eks Penasehat KPK RI ini.

Baca Juga: Hmmm .. H.Abdullah Hehamahua” Mantan Ketua Umum PB HMI serta Penasehat KPK RI, Ngisi Materi LK 1 HMI Komisariat STMIK MURA

Pantauan di lokasi, tepat pukul 17.00 WIB, massa aksi yang mengawal
sidang di MK secara tertib bergerak untuk membubarkan diri. Mereka
sambil berjalan seiring dengan mobil komando menuju ke arah bundaran
Patung Kuda. [*]


Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya