oleh

Massa Gruduk Kantor PDAM Tirta Musi, Meminta Penjelasan Atas Kenaikan Tarif Tagihan Air

PALEMBANG, Sriwijaya Aktual – Belasan massa aksi yang tergabung pada Sriwijaya Coruption Watch (SCW) gruduk melakukan aksi unjuk rasa di Kantor PDAM Tirta Musi Kota Palembang, Prov.Sumsel, Kamis (9/7/2020) dalam rangka Meminta Penjelasan atas kenaikan tarif tagihan air PDAM Tirta Musi Palembang.

Dalam orasinya Direktur SCW, M. Sanusi mengatakan belum usai perjuangan masyarakat menghadapi kesulitan ekonomi ditengah pandemik corona, kali ini masyarakat Kota Palembang dihadapkan lagi dengan melonjaknya tagihan air PDAM Tirta Musi hingga 2 kali lipat.

loading...

“Warga Palembang banyak yang mengeluh. Biasanya perbulanya bayar air PDAM Rp 100 ribu menjadi 400 ribu. Bahkan ironisnya ada seorang mahasiswa penghuni bedeng atau kost an 3 bulan tidak ditempati karena libur dikenakan tagihan bayar air PDAM 500 ribu.”Ujarnnya

Spesial Untuk Mu :  Diancam akan Dipolisikan Pengacara Setya Novanto, Mahfud MD: Laporkan Saja!

Pemerintah Kota Palembang seharusnya bijak memberikan solusi sekaligus keringanan tagihan air PDAM, bukanya malah bikin masyarakat tambah susah.”Katanya.

Oleh sebab itu, lanjutnya M Sanusi Meminta Dirut PDAM Tirta Musi untuk bertanggung jawab atas tagihan air PDAM yang tidak wajar yang dibebankan kepada masyarakat.

“Tagihan air yang melonjak drastis diduga kesalahan sistematis yang dilakukan oleh pegawai PDAM Tirta Musi Palembang karena melakukan pembacaan meter pada Bulan April dan Mei berdasarkan tafsiran pemakàian bulan April. Sedangkan bulan Juni dilakukan pembacaan meter sehingga diduga menyebabkan administrasi yang tidak benar.

Selain itu, meminta evaluasi seluruh pelanggan PDAM Tirta Musi yang ada di Kota Palembang. Dengan konsekuensi apapun Walikota Palembang harus bertanggung jawab dengan warga Kota Palembang.

Spesial Untuk Mu :  Ratusan Warga ini Tuntut Jokowa Mundur dari Jabatan!

Sementara itu, pengunjukrasa diterima langsung oleh Direktur Utama PDAM Tirta Musi Palembang Andi Wijaya mengatakan PDAM Tirta Musi Palembang membantah dugaan menanipulasi meteran tagihan air PDAM. Karena sudah sistem digital.

Menurut dia secara umum memang terjadi kenaikan pemakaian air selama Mei – Juni dampak dari banyaknya pelanggan yang menjalani stay at home selama pandemi COVID-19, kenaikan besar kemungkinan karena pola hidup bersih yang dilakukan dalam mencegah COVID-19 seperti mencuci tangan berkali-kali.”Ujarnya

Lanjutnya Andi Wijaya mengatakan Bahwa tidak ada kenaikan tarif seperti yang dikeluhkan pelanggan, menurutnya tagihan untuk Bulan Juli berpatokan pada tagihan terakhir di Bulan April. “Kami minta pelanggan datang saja ke unit-unit PDAM, nanti di sana baru ketahuan masalahnya, apa memang pemakaian melonjak atau ada kebocoran.

Spesial Untuk Mu :  Live Music & Video OT!! Hiburan Rakyat Pergantian Malam Tahun Baru 2018-2019 di Posko Seknas Jokowi Sumsel

“Selain itu, mempersilahkan pelanggan untuk bernego dengan petugas unit atau langsung datang ke Kantor PDAM Tirta Musi, namun nego dimaksud yakni terkait frekuensi cicilan yang dapat dilakukan dalam pembayarannya, bukan nego menurunkan angka tagihan.”Tandasnya Andi Wijaya. [jired]

loading...

Komentar

News Feed