oleh

Masyarakat Papua Teriakkan “Kami Setia Merah Putih, NKRI Harga Mati!” di Depan Istana Negara

JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Masyarakat Papua pro NKRI tak henti-hentinya menyampaikan ungkapan
kesetiannya kepada Merah Putih. Kini giliran ratusan massa
mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Papua Indonesia (AMPI) juga turun
gunung mengemukakan hal yang sama dengan menggelar aksi damai di depan
Istana Negara, Minggu (1/9/2019).
Dalam aksinya, mereka menegaskan tidak akan membuka opsi referendum untuk Papua.

“Kami ingatkan bahwa Papua setia pada Merah Putih, NKRI harga mati, tak
ada tempat Bintang Kejora bagi kami. Merah Putih yes, bintang kejora
no!,” tegas koordinator aksi, Rio Wanda.

Kata Rio, sudah menjadi kesepakatan bersama dan berdasarkan keputusan
PBB bahwa Irian Barat, Papua, Papua Barat menjadi bagian sah dari
Indonesia. Makanya, Rio mengingatkan agar masyarakat Papua mewaspadai
adanya upaya pihak yang sengaja ingin memecah belah bangsa.

“Hoaks alias berita bohong menjadi sumber bencana di Papua. Dan terbaru,
ada pihak yang ingin mengadu domba umat beragama dengan menyebarkan
video Masjid terbakar di medsos dan group Whatsapp untuk memperlebar
konflik isu SARA di Papua. Mereka sengaja menggoreng isu untuk
memperlebar isu SARA di Papua. Kok bisa-bisa bersenang-senang diatas
penderitaan masyarakat Papua,” jelas Rio.

Selain itu, mereka sepakat agar Kepolisian menyeret provokator, pengadu
domba masyarakat Papua dan LSM pro asing yang ingin memperkeruh suasana
di bumi Cenderawasih itu ke Jeruji besi.
Mereka juga berharap TNI-Polri bersikap tegas memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Rakyat Papua jangan jadikan korban, mari bersama-sama ikut berperan
mendamaikan tanah Papua. Kami berdoa konflik Papua segera berakhir
dengan damai,” tambahnya.
Selain orasi, mereka juga menandatangani petisi di atas kain putih yang
terbentang di sekitar lokasi aksi. Tanda tangan itu dilakukan sebagai
bentuk solidaritas untuk menolak Referendum Papua dan menangkap
provokator.
“Tanda tangan petisi sebagai bentuk dukungan agar Papua kembali kondusif
dan damai. Juga menolak Referendum untuk Papua dan menangkap para
provokator,” tegasnya.(rmol)

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya