oleh

Mboh Piye Kalau begini :) “Tak Diizinkan Nikahi Wanita Muda, Kakek 85 Tahun ini Kabur Dari Rumah Keseberang Lautan”

-Berita-396 Dilihat

Walau Bagaimanapun, Ini Adalah Orang Tua Kita, Sabar…Dielus Ajak Ngobrol Baik-baik InsyaAllah Beliau Memahami Maksud Kita Sebagai Anak” 🙂

Kakek Karsimin [85 tahun]. ©2018 Merdeka

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Ibarat tua-tua keladi makin tua makin jadi, kakek berusia 85
tahun ini ingin menikah lagi namun tak disetujui anak dan cucunya.
Lantaran keinginannya tak terkabul, kakek asal Bengkulu itu pun nekat
kabur dari rumah dan pergi ke Jakarta.
Ketika sampai di Jakarta, kakek yang belakangan diketahui bernama
Karsimin itu tak tahu hendak ke mana. Hingga akhirnya ia pun telantar
dan ditemukan petugas P3S Dinas Sosial DKI Jakarta yang kemudian dibawa
ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 Cipayung, Jakarta Timur.
“Ketika di panti, petugas men-share keberadaan Karsimin melalui media
sosial. Kebetulan ada KTP yg dimiliki sehingga alamat lengkapnya
jelas,” ujar Kepala Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 Cipayung,
Syaiman, Sabtu (10/3/2018).
Selang beberapa lama kemudian, ada akun media sosial yang
mengonfirmasi jika Karsiman itu bagian dari keluarga mereka. Pihak
keluarga pun segara menghubungi pihak panti agar bisa segera dijemput
dan dirawat kembali di rumah.
“Anehnya keluarga sebenarnya malah senang kakeknya kabur dari rumah.
Soalnya dia minta nikah lagi. Nikahnya mau sama yang muda lagi,” terang
Syaiman.
Anak-anak Karsimin tidak setuju jika ia menikah lagi. Itu melihat
kondisi kakek yang sudah pikun, khawatir malah menyusahkan orang lain.
Namun Karsimin tak memperdulikan hal itu, sehingga ia nekat kabur dari
rumah.
Ternyata Karsimin belum pernah sama sekali ke Jakarta. Ia nekat ke
Jakarta dengan ongkos 400 ribu menggunakan bus. Ketika sampai di Jakarta
ia bingung dan kehabisan ongkos. Itu yang membuatnya telantar dan
akhirnya dibawa petugas ke panti.
“Karsimin sudah ditinggal istrinya sejak lama makanya hidupnya
sendiri dan merasa kesepian. Mungkin itu yang membuatnya ingin menikah
lagi,” kata Syaiman.
Ia melanjutkan, untuk sementara Karsimin dirawat dan dipenuhi
kebutuhannya di panti hingga pihak keluarga mau menjemputnya. Karena
menurutnya, perawatan terbaik itu berada di lingkungan keluarga,
sedangkan perawatan di panti itu hanya alternatif terakhir. [eko/mrdk]

Komentar