oleh

Memahami Bermacam- macam Kendala Darah Haid serta Penyebabnya

Sriwijaya Aktual – Tiap perempuan memiliki durasi dan jumlah darah menstruasi yang berbeda-beda, tergantung pada usia dan hormon. Siklus m3nstruasi pada kebanyakan perempuan normalnya berkisar antara 21-35 hari, namun secara rata-rata umumnya 28 hari.

Siklus menstruasi dihitung dari hari pertama h4id, hingga hari pertama haid pada siklus berikutnya. Dalam kondisi normal, darah menstruasi yang keluar biasanya sebanyak 40 cc atau sekitar 3 sendok makan tiap hari. Darah itu umumnya akan terus keluar selama 4-5 hari. Batasan normal jumlah darah menstruasi adalah 80 cc dalam sehari, sedangkan batasan normal hari haid adalah 2-7 hari.

Beragam Masalah Seputar Darah M3nstruasi

Banyak perempuan mengeluhkan gangguan menstruasi. Misalnya, darah menstruasi yang keluar terlalu sedikit, sangat banyak, atau periode menstruasi terjadi dengan durasi yang lebih singkat atau lebih lama dari kondisi normal.

Selain itu, ada beberapa gangguan seputar darah menstruasi yang sering terjadi, di antaranya:

Keluar darah banyak dan menggumpal
Biasanya gumpalan darah keluar terjadi saat darah yang keluar tergolong banyak. Sebagian perempuan mungkin mendapati gumpalan darah berwarna merah terang atau merah pekat, yang dapat membuat darah haid tampak lebih pekat dan kental dari biasanya. Gumpalan darah terjadi karena antikoagulan yang mencegah penggumpalan darah, tidak cukup dikeluarkan oleh tubuh.

Warna darah lebih pekat
Ketika menstruasi akan berakhir, sebagian perempuan mendapati darah haid berwarna cokelat gelap atau kehitaman. Hal ini terjadi karena darah yang berumur lebih tua tersendat saat hendak dikeluarkan. Tidak perlu khawatir akan hal ini, sebab perubahan warna tersebut adalah normal.

Jumlah darah berlebihan
Banyak perempuan merasa khawatir saat darah menstruasi yang keluar sangat banyak atau menorrhagia. Hal tersebut belum tentu masalah, terutama jika hanya terjadi sesaat. Namun, jika terjadi perdarahan secara berlebihan, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter. Kondisi semacam ini patut diwaspadai karena bisa menyebabkan anemia.

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya