Pasang Iklan Murah disini
Berita  

“Menata Hati, Melupakan Mantan”

SLEMAN-DI YOGYAKARTA, SriwijayaAktual.comMALAM itu hujan ketika jurnalist  menyambangi
sebuah kafe di daerah Demangan, Sleman, DI-Yogyakarta. Seorang gadis dengan
jaket kulit yang masih menempel rintik-rintik hujan masuk ke dalam
kafe. Rena sebut saja begitu, hendak membagikan kisah melupakan mantan
yang dialaminya.
“Jadi hubungan kami mulainya Desember 2007, sampai November 2012,” katanya membuka percakapan.
Rena menuturkan bahwa awal mula keretakan hubungannya dimulai sejak
awal masuk kuliah pada tahun 2012. “Dia bilang punya teman baru, namanya
Sonya. Aku udah mulai curiga,” terang Rena. Ia merasa mantannya itu
sangat protektif dengan HPnya. Benar saja, setelah ia mencari  tahu
memang ada hubungan spesial di antara Dito (mantannya) dan Sonya
“Kemudian aku minta putus, bilang kalau bapakku enggak ngebolehin
pacaran,” kenang Rena sembari menyeruput kopi duppio yang telah ia
pesan. Obrolan kami berhenti sejenak.
Sampai kemudian Rena berkata, “Setelah putus itu ada masa-masa dimana
aku yang ngejar karena aku nyesel, habis itu aku merasa lelah,”
terangnya. Rena bisa sehari SMS mantannya hingga 5 kali, walau tidak
dibalas. Ia juga melalui masa-masa dimana ia membanding-bandingkan
dirinya dengan Sonya.
Sampai pada saat Ia dan Dito kemudian berjanji, bahwa mereka akan
kembali bersatu lagi sebulan mendatang. “Tapi waktu itu aku sibuk rapat.
Tiba-tiba dia jauh sendiri, satu bulan kemudian tanpa bilang ke aku dia
jadian sama Sonya,” sesal Rena.
Rena mencoba kembali menata hidupnya. Selama awal-awal masa putus, Ia
membuang sim card HP agar ia tidak menghubungi Dito lagi. “Karena
selama lima tahun itu tiap hari telfon-telfonan terus,”ujarnya.
 Pasca putus, hidupnya lalu berubah menjadi drama. Ternyata ia masih
harus terlibat dalam hubungan antara Dito dan Sonya. “Setelah Dito dan
Sonya putus, Sonya tiba-tiba ajak aku ketemuan bertiga. Jadi, waktu itu
kami nonton di bioskop Breaking Down 4 ,bertiga, kamu bisa bayangin?”
Rena memaparkan dengan intonasi lambat dan meyakinkan. Ia menghela nafas
panjang, tidak habis pikir.
Move on bukanlah suatu yang mudah untuk Rena. Apalagi baik Sonya
maupun Dito sering putus sambung dan melibatkan Rena di dalamnya. Ia
berusaha lepas dari lingkaran drama itu dengan memblokir akun Dito,
tetapi Dito selalu bisa menemukannya lewat mana saja.
“Akhirnya yang bener-bener putus pas aku bilang ke Dito kalau aku
enggak mau jadi temenmu lagi. Kalau kamu balikan sama Sonya, itu bukan
urusanku. Aku capek dengan masalahmu,”ungkap Rena tegas
Malam semakin gelap dan kopi duppio yang dipesannya hampir habis.
Hujan di luar telah reda. Irama musik samar-samar mulai terdengar
mengalun indah di dalam ruang. “Setelah itu aku berusaha selalu
ngomongin cowok lain, biar nggak kepikiran soal dia,” Rena melanjutkan.
Suka atau tidak suka dengan pria baru itu, ia tak peduli asal fokusnya
bisa berubah pada lelaki baru. Ia juga tak lupa untuk tetap menyibukkan
dirinya dengan berbagai kegiatan.
“Kalau aku teringat momen-momen yang aku dan Dito lalui bersama,
biasanya aku tulis kemudian aku bakar kertasnya. Seneng aja ngeliat
apinya,” ujarnya. Sampai saat ini ia mengakui ada barang pemberiannya
yang sebagian masih disimpan, meskipun sebagian besar telah dibuangnya.
“Rosario pemberian dia dan ibunya masih aku simpan, tapi kalau liontin
yang ada foto kita udah aku buang,”kata Rena.
Ia tak menyesali keputusannya untuk mengakhiri hubungan dengan Dito.
Kini setelah empat tahun berselang Ia sudah memiliki pengganti yang ia
rasa lebih baik daripada Dito. “Kalau pacarku yang sekarang dekat dengan
sahabatnya, aku jadi agak was-was juga. Karena dulu aku pernah
mengalami peristiwa itu,” ujar Rena.  
Pada akhir pembicaraan kami malam itu, Rena memberikan saran kepada
mereka yang masih belum bisa move on, “Kalau dari aku, mending dirasain
sekalian sakitnya sampai kamu muak. Enggak usah pelan-pelan atau
sedikit-dikit, justru prosesnya lama,” terang Rena menutup perjumpaan
kami. (Hanifah Febriani/KRjogja)

Spesial Untuk Mu :  Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf; Usir Tenaga Kerja Ilegal Asal China