oleh

MENCEKAM!! Warga Papua dan Pendatang Saling Serang Dengan Senjata*, Lihat Videonya…”Ampun Mak!

-Berita-282 Dilihat

JAYAPURA-PAPUA,  SriwijayaAktual.com – Pemerintah berulang kali mengklaim
kondisi di Papua sudah kondusif. Namun faktanya, kerusuhan masih terus
terjadi. Bahkan, kerusuhan mulai melebar.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam)
Wiranto menyebut Papua sudah aman dan damai. Padahal, kerusuhan masih
terjadi.

Wiranto mengatakan dirinya bahagia sekali karena kondisi di Papua dan Papua Barat sudah kondusif.

“Hari ini kita bahagia sekali, pagi tadi saya mendapat laporan dari
Papua, Papua Barat yang di sana ada Pangdam, ada Kapolda melaporkan
suasana Papua dan Papua Barat sudah kondusif,” ucap Wiranto di depan
masyarakat di Car Free Day Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu
(1/9/2019).

Faktanya, pada hari yang sama (1/9/2019) terjadi kerusuhan di Abepura,
Jayapura, Papua. Warga Papua dan masyarakat pendatang saling serang.

Orang Asli Papua (OAP) dan masyarakat pendatang yang tergabung dalam
Paguyuban Nusantara saling serang di Pasar Lama Abepura, Distrik
Abepura, Kota Jayapura Papua, Minggu, 1 September 2019.

Dengan bersenjatakan panah, tombak, dan golok, warga dan Papua dan
pendatang saling serang di Jalan Gerilyawan Pertigaan Kamkey Abepura
Kelurahan Awiyo Distrik Abepura.

Kejadian bermula sekitar pukul 04.30 WIT. Saat itu, Ada tiga orang
masyarakat Papua yang berboncengan dari arah Jalan Gerilyawan Kamkei
Abepura Asrama Nayak 1 menuju Jl. Pasar lama Abepura.

Mereka membawa busur dan anak panah serta tombak. Pelaku menombak warga
pendatang asal Makassar Sulawesi Selatan bernama Arham (21).

Korban terkena tombak di bagian pinggang dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Bayangkara.

Tak terima, suku Makassar dan masyarakat Paguyuban Nusantara melakukan
serangan balasan. Mereka konvoi di jalan sambil mengibarkan bendera
merah putih. Mereka melakukan serangan balasan di pertigaan ojek
pangkalan Garuda.

Massa membakar 1 unit SPM Vixson di pertigaan Jl. Baru Pasar Lama. Kondisi itu membuat situasi di Abepura Jayapura mencekam.

Pukul 05.30 WIT, 2 SST Aparat gabungan dari Brimobda Kaltim, 1 SST
Polsekta Abepura dipimpin oleh Kapolsek Abepura dan 1 SSR satgas 509
dipimpin oleh Danramil 1701-03/Abepura tiba di TKP untuk mengamankan
situasi.

Pukul 06.20 WIT, massa dari Paguban Nusantara dan massa orang asli Papua berhasil dilarai oleh aprat gabungan TNI-Polri.

Korban dari masyarakat Papua dilarikan ke RSUD Abepura. Namun jumlah
korban belum diketahui jumlahnya karena keluarga korban tidak mau
didata.

Brimobda Kaltim dan Satgas Kolak Ops Korem 172/PWY dikerahkan ke Pasar
lama Abepura dan pertigaan asrama Nayak untuk mengantisipasi kejadian
serupa.

Polres Jayapura Kota mengklaim ketegangan antarwarga di Pasar Lama
Abepura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, pada Ahad (1/9/2019) dini hari sudah
ditangani. Kondisi Abepura kini diklaim telah kondusif.

“Ketegangan antarwarga menjelang Subuh itu sudah ditangani,” kata
Kasubag Humas Polres Jayapura Kota Iptu Yahya Rumra di Kota Jayapura,
Papua, tadi malam (1/9/2019).

Menurut dia, ketegangan antarwarga yang masih diselidiki itu bisa
langsung dilerai aparat kepolisian dibantu Brimob BKO yang dipimpin
Kapolsek Abepura AKP Clif GP Duwith dibantu Kabag Ops Polres Jayapura
Kota Kompol Nursalam Sakka.

“Persoalan itu sudah ditengahi oleh Polsek Abepura dibantu Polres Jayapura Kota,” tandasnya. [**]

Berikut video massa konvoi di jalan sambil membawa parang di Abepura:

Komentar