oleh

Menebak BUMN Yang Akan Beli Saham PT. Freeport Indonesia

Dok: Luhut
Binsar Panjaitan

JAKARTA, SriwijayaAktual.com Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut
Binsar Panjaitan menyebut sejumlah opsi terkait pembelian 10,46 persen
divestasi saham PT Freeport Indonesia, salah satunya dari BUMN.  
“Ya bisa jadi begitu. Bisa jadi juga orang lain membeli sahamnya.
Kita enggak tahu juga karena ada opsi-opsi lain,” kata Luhut usai
Workshop Pengelolaan Sampah di Pantai dan Laut di Jakarta, sepereti
dikutip dari Antaranews, Senin (27/2/2017). 
Staf Khusus Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin mengaku masih menunggu
arahan pemerintah untuk membeli 10,64 persen saham PT Freeport Indonesia
(PTFI). 
Budi dalam diskusi “Peranan Holding BUMN Pertambangan dalam
Mengembangankan Pertambangan Minerba di Indonesia” di Jakarta, pekan
lalu, mengatakan saat ini pihaknya fokus untuk membentuk holding BUMN
pertambangan tempat 9,36 persen saham pemerintah di PTFI akan dialihkan. 
Yang jelas, lanjut mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu,
Kementerian BUMN akan menampung 9,36 persen saham eksisting pemerintah
di PTFI. 
PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau Inalum akan menjadi
induk holding pertambangan yang terdiri atas Aneka Tambang (Persero)
Tbk, Bukit Asam (Persero) Tbk, serta Timah (Persero) Tbk, yang
ditargetkan rampung tahun ini. 
Baca Juga Ini; – Presiden RI Jokowi Peringatkan Freeport
                                – Presiden IIBF sebut, Bisnis Dengan “9 Naga” Bikin Bangkrut
Luhut akan mengadakan pertemuan dengan PT Indonesia Asahan
Aluminium (Persero) Senin siang. Namun, ia tidak mengatakan secara
gamblang bahwa Inalum tengah disiapkan untuk membeli saham PTFI.
“Bisa saja disiapkan Inalum dengan Antam. Bisa saja Inalum, Antam dengan private sector (swasta),” ujarnya. 
Mantan Menko Polhukam itu juga mengaku masih akan melihat pilihan terbaik untuk melakukan pembelian divestasi saham.  
Kendati demikian, Luhut memastikan harus ada pembicaraan
baik-baik dengan perusahaan tambang Amerika Serikat itu. Di sisi lain,
kepentingan nasional Indonesia juga tidak boleh dikorbankan.
“Nantilah kita lihat. Biar kita bicara baik-baik dengan Freeport.
Tentu kita cari solusi supaya win win, tapi enggak boleh mengorbankan
kepentingan nasional kita,” Tandasnya Luhut. (rima)

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya