Pasang Iklan Murah disini
Berita  

‘Menelan Korban Rakyat Kecil, Pembangunan Infrastruktur era Jokowi bak Zaman Penjajah’

Tiang girder tol Becakayu ambruk. ©2018 [Istimewa]

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi
Partai Gerindra, M. Nizar Zahro, mengkritik pembangunan infrastruktur
oleh pemerintah dilakukan terburu-buru, namun mengabaikan aspek
keselamatan. Nizar menilai rakyat kecil yang menjadi korban untuk
menyelesaikan proyek infrastruktur yang menjadi ambisi Presiden Joko
Widodo.
“Tenaga rakyat kecil dipacu untuk memenuhi ambisi presiden. Proyek
dikebut siang dan malam untuk mengejar acara ‘peresmian’ oleh presiden,”
kata Nizar melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (20/2/2018).
Bahkan, Nizar menganggap pengerjaan proyek infrastruktur pemerintah
itu seperti kerja paksa pada era penjajahan Belanda dan Jepang. Faktor
keselamatan diabaikan hanya demi kejar target infrastruktur selesai.
“Pengerjaan proyek yang sarat dengan kecelakaan menjadikan proyek
infrstruktur tak ubahnya proyek Kerja Rodi di zaman kolonial Belanda
atau Romusha di era penjajahan Jepang,” tegasnya.
“Nyawa rakyat sama-sama dihargai dengan murah karena yang terpenting
proyek harus selesai sesusai target. Di era kolonial, bila ada pekerja
yang lambat maka akan dihukum cambuk. Sementara di era sekarang, pekerja
yang terkesan lambat bisa terancam dipecat,” sambung Nizar.
Tekanan target kerja itu, kata Nizar, membuat para pekerja kehilangan
kemampuan. Akibatnya, infrastruktur yang dibangun berlabel ‘asal jadi’.
Ketua DPP Partai Gerindra ini mengimbau kepada para pekerja proyek
untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga disarankan berhati-hati
ketika melintasi proyek infrastruktur pemerintah.
“Para masyarakat yang melintas atau sedang mamakai proyek
infrastruktur juga harus hati-hati. Dan pemerintah sebagai penanggung
jawab proyek, bukalah hati nurani Anda, sudah banyak korban berjatuhan.
Hentikanlah ambisi yang kalap tersebut,” tandas Nizar.
Diketahui, insiden pengerjaan proyek infrastruktur kembali terjadi.
Kali ini, Penyangga cetakan beton (sebelumnya ditulis tiang girder)
proyek Tol Becakayu roboh, Selasa (20/2/2018). Akibat insiden ini, 7 pekerja
proyek yang digarap Waskita Karya itu luka. Satu orang dilaporkan dalam
kondisi kritis.
Seperti dikutip dari Merdeka.com mencatat sejumlah proyek infrastruktur yang roboh dan
ambruk. Beberapa di antaranya menyebabkan pekerja tewas dan luka serius.
Antara lain:
1. Crane pengangkut beton Proyek Double Double Track di Matraman,
Jakarta Timur Roboh, Minggu (4/2). Empat pekerja tewas, pekerja lainnya
luka-luka. Korban tewas, yakni Jainuddin (40) warga Karawang, Dami
Prasetyo (25) warga Purworejo, Jana Sutisna (44) asal Bandung, dan Joni
(35) yang belum diketahui pasti identitasnya.
2. Beton Girder Proyek LRT Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin (22/1).
Lima pekerja luka yakni Rois Julianto (27), Wahyudi (18), Abdul Mupit
(30), Ahmad Kumaedi (22), dan Jamal.
3. Girder proyek Jalan Tol Depok-Antasari, Jakarta Selatan, Selasa
(2/1). Penyebabnya diduga tersenggol alat berat. Tidak ada korban.
4. Crane ambruk di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 15, Kamis (16/11/2017). Tidak ada korban.
5. Beton proyek Light Rail Transit ( LRT) jatuh di Jalan MT Haryono,
Jakarta Timur, Rabu (15/11/2017). Tidak ada korban, hanya mobil rusak
tertimpa material beton.
6. Pembatas beton proyek mass rapid transit (MRT) jatuh di Jalan
Wijaya, Jakarta Selatan, Jumat (3/11/ 2017). Menimpa motor yang sedang
melaju. Pengendara mengalami luka ringan.
7. Girder tol Pasuruan-Probolinggo roboh di Kecamatan Grati,
Kabupaten Pasuruan, Minggu (29/10/2017). Satu pekerja tewas dan dua
lainnya luka.
8. Tiang proyek konstruksi Light Rail Transit (LRT) menimpa rumah
warga di Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Selasa (17/10/2017).
Tiga warga luka.
9. Jembatan Tol Bocimi di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor,
ambruk, Jumat (22/9/2017). Seorang pekerja tewas dan dua lainnya luka. [bim]

Spesial Untuk Mu :  Stafsus Milenial Perintahkan Mahasiswa, Veronica Koman: Emangnya Lho Siapa?