oleh

Mengintip ! Cara Malaysia dan Vietnam Bikin Mobil Nasional, Indonesia Bisa Tiru kok?

-Berita-268 Dilihat
VinFast, mobil nasional pertama Vietnam. Foto: Carscoops

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Membuat mobil nasional
memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan konsep
matang, tekad serta kesiapan produksi bagi negara itu sendiri demi
mewujudkan mobil nasional sebuah negara.

Belum
lagi kalau mobil tersebut harus menghadapi rival berat di negeri
sendiri. Terlebih rival tersebut sudah menjual mobilnya di berbagai
belahan dunia. 

Tapi hal-hal itu tak membuat Vietnam ciut. Vietnam sangat serius dengan ambisinya untuk memiliki mobil nasional pertamanya. Tak bekerja sendiri, mobil nasional pertama Vietnam digarap keroyokan dengan menggandeng para ahli otomotif.  
Hadir lewat nama VinFast, mobil ini dikerjakan banyak tangan berkat
kerja sama dengan ABB, Bosch, General Motors, Magna Steyr, Siemens, BMW
untuk platform mobil, desainer Italdesign dan Pininfarina pun dilibatkan
dalam proyek ini.
Awal tahun 2018 VinFast menggandeng General
Motors yang kemudian menghasilkan kesepakatan. Hasil kesepakatan
tersebut adalah GM setuju pabriknya digunakan untuk VinFast. VinFast
juga dibolehkan untuk menjadi distributor eksklusif mobil Chevrolet di
Vietnam.
Nantinya VinFast bakal diproduksi di bawah lisensi GM
mulai tahun 2019. Dengan begitu pabrik, jaringan diler, hingga para
pekerja yang sebelumnya bekerja untuk GM bisa mulai mengerjakan projek
VinFast.
Hal tersebut membuat warga Vietnam tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa menggunakan mobil buatan negaranya sendiri.
Mulai mengumumkan akan membuat mobil nasional
pertamanya pada September 2017, Oktober 2018 VinFast sudah berani unjuk
gigi di pameran otomotif kelas dunia Paris Motor Show 2018. Dalam
Pameran tersebut, VinFast sekaligus mengumukan mobil mulai bisa
mengaspal pertengahan 2019.
Sang CEO pun sedikit jemawa soal
cepatnya Vietnam lewat merek VinFast bisa menggarap mobil dalam waktu
singkat. Padahal mobil itu bukan hanya untuk konsumsi warga Vietnam saja
melainkan juga dijual di seluruh dunia. 
“Kami melakukannya dalam 24 bulan padahal biasanya OEM membutuhkan waktu
hingga 60 bulan,” tutur CEO VinFast yang sebelumnya bekerja untuk GM,
Jim deLuca.
Cara gandeng-menggandeng demi terwujudnya sebuah mobil nasional bukanlah hal baru di dunia otomotif. Sebelumnya merek Malaysia Proton juga menggandeng Mitsubishi dalam proyek mobil nasional pertamanya.
Tahun 1983, Proton menggunakan platform Mitsubishi saat memproduksi mobil pertamanya. Berbeda dengan Vietnam, mobil nasional pertama Malaysia ini digarap selama 30 tahun.

Indonesia
pun pernah menerapkan hal serupa saat mobil merek Timor terjual di
pasaran. Timor tahun 1996 dikatakan meminjam desain dan teknologi dari
Lamborghini. Timor juga diketahui merebadge mobil buatan Korea Selatan
Kia. Mobil-mobil itu kabarnya diproduksi di kawasan Cikampek.  

Banyak nada miring yang mengatakan Timor bukanlah mobil nasional
Indonesia yang sesungguhnya karena hanya mengganti logo Kia dengan
Timor. Kia disebut sebagai satu-satunya yang mau menjual mobilnya di
Indonesia tanpa emblem Kia.
Sayangnya, Timor tak bertahan lama.
Setahun mencicipi manisnya penjualan mobil di Indonesia, perusahaan
garapan Tommy Soeharto ini harus gulung tikar dan proyek Timor
dihentikan.
Indonesia saat ini masih menantikan mobil nasional
pertamanya. Setelah Timor, asa mobil nasional muncul lewat Esemka. Namun
masyarakat Indonesia kembali harus menunggu bisa merasakan mobil
nasional pertamanya ini. Kabar terakhir menyebut, Esemka sudah memiliki
Surat Uji Tipe (SUT) dan siap masuk jalur produksi.
Wah patut ditunggu ya Otolovers!. (dry/ddn/detikOto)

Komentar