oleh

Menkeu Sri Mulyani Sebut di Masa Depan Robot Dipajaki, ‘Pengangguran Digaji’

-Berita-300 Dilihat
Ilustrasi

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kehadiran robot ke
depan berpotensi mengambil alih pekerjaan manusia. Dengan begitu, bukan
tidak mungkin robot akan dikenakan pajak penghasilan (PPh).
“Kalau
sekarang yang kerja seluruhnya robot, maka yang terima upah siapa?
Dalam konteks kalau dunia ini semakin otomatisasi dan robot jadi faktor
produksi yang mengganti tenaga kerja manusia cukup besar, sehingga nanti
ada kebijakan fiskal robot yang bekerja bayar pajak penghasilan,” kata
Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (8/1/2019).
Menurut dia, bukan
tidak mungkin robot akan mendominasi lapangan kerja di masa depan.
Apalagi saat ini pemerintah tengah mendorong revolusi industri 4.0 di
segala sektor.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini
mengatakan, penerapan PPh kepada robot akan digunakan untuk subsidi
silang untuk membiayai manusia yang menganggur akibat kehilangan
pekerjaan akibat robot.
Menurut Sri Mulyani, situasi inilah yang
melatarbelakangi rencana pemerintah memberikan bantuan untuk
pengangguran. Bantuan yang disebut unemployment benefit akan diberikan
kepada orang-orang yang pekerjaannya diambil alih oleh robot.
“Karena enggak mungkin, di APBN negara manapun, baik negara maju sekalipun, untuk kasih income kepada yang tidak kerja, kalau negara tidak mendapatkan revenue,” ujar dia.
Perempuan
kelahiran Bandar Lampung itu menyebut, bantuan ini sah-sah saja
diberikan selama orang tersebut belum mendapatkan pekerjaan yang baru.
Hal ini untuk mencegah pengangguran masuk dalam ketegori masyarakat
miskin.
“Ini suatu rezim masa depan, kalau kita bayangkan seperti
film Robocop yang semua polisinya robot tersebut ada di dunia nyata,
lalu manusia ngapain? Ini pertanyaan yang fundamental dibahas dalam kebijakan publik,” ucapnya. [inews.id] 

Komentar