oleh

MENSOS Naik Becak Berkeliling Eks Lokalisasi Dolly Yang Terbesar se-Asia Tenggara. Apa Yang Beliau Katakan?

loading...
Soal-Penutupan-Lokalisasi-Mensos-PSK-terdampak-Bisa-Buka-Usaha-Mandiri.jpg
Foto/Istmwa; Khofifah
naik becak berkeliling eks lokalisasi Dolly, Kamis (2/6/2016).

SURABAYA-JATIM, SriwijayaAktual.com  – Menteri
Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansah mengunjungi lokasi eks
lokalisasi Dolly di Jalan Sawahan dan Jalan Jarak, Surabaya. Khofifah
naik becak berkeliling eks lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara itu.

 

Di kawasan Gang
Dolly ini, Khofifah mengunjungi sejumlah titik usaha warga terdampak
penutupan lokalisasi. Di antaranya, lokasi pembuatan kripik samiler
Jarak Dolly dan eks wisma PSK yakni Wisma Barbara. Di tempat ini,
Khofifah mengunjugi stand usaha kelompok warga terdampak dan juga
mengunjungi usaha pembuatan sepatu Dolly.

Dalam kesempatan ini
Khofifah mengatakan bahwa kemarin lokalisasi terbesar di Kalimantan
Timur ditutup. Ia berharap warga di tempat tersebut meniru Lokalisasi
Dolly. Di mana warganya bisa bangkit dari ketergantungan terhadap
keberadaan lokalisasi.

loading...

“Ada 22 lokalisasi
yang tutup di sana (Kalimatan Timur). Saya berharap, warga maupun PSK
terdampak bisa mencontoh warga Dolly untuk beralih membuka usaha
mandiri,” kata Khofifah di bekas Lokalisasi Dolly, Kamis (2/6/2016).

Kedatangan Mensos
dan rombongan ke Lokalisasi Dolly ini dalam rangka mencari formulasi
bagaimana warga terdampak akibat penutupan lokalisasi bisa hidup
mandiri. Bahkan Khofifah menyebut, warga di Lokalisasi Dolly ini bisa
menjadi contoh.

“Saya sedang mencari
formulasi bagaimana mengintervensi warga terdampak penutupan lokalisasi
agar hidup mandiri. Kondisi di Dolly saat ini bisa menjadi contoh,”
kata Mensos. Rombongan Mensos ini didampingi oleh Kepala Dinas Sosial
Provinsi Jatim, Sukesi dan sejumlah pejabat Kementerian Sosial dan
Pemprov Jawa Timur. (Abadikini/Admin).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed