oleh

‘Menteri ESDM Ignatius Jonan itu Seperti Singa’

-Berita-279 Dilihat
Dok: Menteri ESDM Ignatius Jonan (Jonan)

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Indonesia tidak perlu khawatir dengan ancaman PT Freeport Indonesia
yang akan melakukan gugatan arbitrase, kata Staf Khusus Menteri ESDM
Bidang Tata Kelola dan Kelembagaan Akhmad Syakhroza. 
“Jonan itu seperti singa yang berani, kenapa takut. Masa berkorban, hanya
untuk suatu wilayah yang menghasilkan cuma Rp 8 triliun,” kata
Syakhroza, di Jakarta, Rabu (1/3/2017). 
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menerbitkan aturan baru
yaitu Peraturan Menteri No 1 tahun 2017 yang memuat aturan bahwa
perusahaan tambang boleh mengubah statusnya dari Kontrak Karya (KK) menjadi
Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) jika belum membangun smelter
sebagai syarat hilirisasi namun tetap ingin melakukan ekspor konsentrat.
Namun, PT Freeport hingga saat ini belum memenuhi kewajibannya
membangun smelter, sehingga pemerintah tidak memberikan izin ekspor
konsentrat. Freeport kemudian, menghentikan operasi pertambangan dan
melakukan PHK karyawan. Freeport juga telah memberhentikan sejumlah
karyawan untuk menekan pemerintah, karena menolak mengubah izin menjadi
IUPK. Freeport masih berpatokan pada Kontrak Karya. 
Berita Terkait; Amerika Serikat Siap ‘Perang’, Indonesia Dianggap Rampas Aset Freeport
Syakhroza mengatakan, pemerintah optimistis dan siap hadapi gugatan arbitrase dari Freeport.
“Lawyer kami stand by dan berlapis, di samping itu kami punya
back up, dan kami yakin 100 persen. Kalau enggak yakin gimana mau
berperang,” kata Akhmad. 
Menurutnya, pemerintah tidak pernah melarang-larang Freeport
mengelola kekayaan alam Indonesia. “Asalkan mau menerima aturan-aturan
dan regulasi yang ada di Indonesia,” ujarnya. (*)
Sumber, rimanews

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya