oleh

Misteri Harta Karun Presiden RI Soekarno 57 Ribu Ton Emas

loading...

SriwijayaAktual.com – Ketika Orde Lama runtuh dan Orde Baru
berkuasa, terkubur juga sebuah misteri yang hingga kini tidak pernah
habis dibicarakan orang.
Sebuah misteri akan harta karun berbentuk 57 ribu ton emas dalam 17 paket yang konon dijadikan kolateral oleh Amerika.
Bukti otentik mengenai transaksi dimana Amerika harus membayar bunga
sebesar 2,5 % setiap tahun tertulis dalam sebuah perjanjian yang
terkenal dengan nama “Green Hilton Memorial Agreement Geneva”.
Sebuah dokumen yang konon paling berharga di dunia dan ditandatangani
oleh John F Kennedy selaku Presiden AS, Ir Soekarno selaku Presiden RI
dan William Vouker yang mewakili UBS (United Bank of Switzerland),
Swiss. Perjanjian segitiga ini dilakukan di Hotel Hilton Geneva pada 14
November 1963 .

Nah, setelah ditandatanganinya perjanjian ini, peristiwa-peristiwa besar
dan tragis kemudian terjadi. Salah satunya adalah pembunuhan presiden
JFK pada 22 November 1963, hanya 8 hari setelah dokumen terseut
ditandatangani.

Di Indonesia sendiri kemudain terjadi peristiwa besar yang mengubah
sejarah bangsa ini. Yaitu peristiwa G30 S yang mengakibatkan jutaan
orang meninggal dan jatuhnya kekuasan Sukarno.

Akibatnya kejelasan mengenai harta karun berupa 57 RIbu Ton emas itu tetap menjadi misteri hingga saat ini.
Walau banyak presiden dan tokoh-tokoh Indonesia yang konon berusaha
mencairkan harta tersebut. Tetap lah Indonesia atau Sukarno telah
tertipu,

Pertanyaanya darimana kah harta sebanyak itu. Ada yang bilang itu adalah
harta karun dari raja-raja Nusantara yang memang dikumpulkan Sukarno.

Kini, Kennedy sudah tidak ada, Sukarno pun telah meninggal dunia dan demikian
juga penandatangan lain dokumen tersebut. Bahkan keberadaan dokumen yang
asli sendiri masih penuh tanda tanya.

Bagaimana menurut pembaca. Akankah suatu saat nanti Indonesia dapat
mengambil kembali harta karun tersebut. barang kali hanya waktu yang
bisa menjawabnya. [viva.co.id]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed