Pasang Iklan Murah disini
Berita  

Modal Prabowo 1/20, Hitungan Pendukung Jokowi ini Tercengang!!?

Foto Ilustrasi/Dok/net

Modal
Prabowo, Hitungan Rustam Ngeri: Kalau Masing-masing Bawa 20 Orang Bisa Dapat
200 Juta Suara

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Jawaban pendukung Joko Widodo, Rustam Ibrahim, terhadap hitung-hitungan jumlah suara untuk pasangan Prabowo Subianto di pemilu yang dibuat oleh politikus Partai Amanat Nasional Mustofa Nahrawardaya sungguh menohok.
 
Entah mengejek atau bercanda, Rustam Ibrahim bilang kalau masing-masing pendukung bawa 20 orang barangkali total modal suara Prabowo Subianto – Sandiaga Uno bisa 200 juta orang.
“Apalagi kalau masing-masing bisa bawa 20 orang bisa dapat 200 juta
suara,” kata pemerhati politik dan ekonomi itu dengan akun Twitter
@RustamIbrahim.
Rustam Ibrahim [dok/net]
Hitung-hitungan modal suara dirinci ‏Mustofa Nahrawardaya melalui akun Twitter @AkunTofa beberapa waktu yang lalu. Dia menggabung-gabungkan basis massa.
“Massa 212 diperkirakan 7.000.212 orang. Kalau gak dihambat, diancam
dipersulit, insya Allah bisa mencapai 10.000.212. Katakanlah massa hanya
10.000.000. Satu orang membawa 5 lainnya untuk coblos Prabowo Sandi.
Maka, nomor urut 02 sudah ada modal 50.000.000 suara. Setuju?” kata Mustofa Nahrawardaya.
Jumlah tersebut, kata dia, belum termasuk warga Muhammadiyah yang
dulu ikut aksi 212. Aksi 212 merupakan aksi 2 Desember yang pertamakali
diselenggarakan untuk menuntut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diadili
dalam kasus penistaan agama (2016).
“Lalu ditambah warga Muhammadiyah yang tak ikut 212, kira-kira ada
20.000.000 orang. Ditambah ormas lain yang malu ikut ke Monas tapi fans
HRS, ada 30.000.000 orang. Ditambah suara partai koalisi yang bukan 212,
bukan ormas Islam, kira-kira ada 50.000.000. Jadi, selain 212, ada 100
juta orang,” kata dia.
Apa yang disampaikan oleh Mustofa Nahrawardaya tentu saja bersifat analisa dan semua kalangan bebas membuat analisa, termasuk Rustam Ibrahim. [akurat]
Spesial Untuk Mu :  Akhirnya Presiden RI, Menetapkan Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Menjadi Hari Libur Nasional