Berita  

MUI & Para Toga Islam Gerah’ Tak Berdaya, “Warung Pangku Makin Marak”

Warung pangku’PSK berkedok warung kopi. (Ft. MIS/SP)

GRESIK-JATIM, SriwijayaAktual.com – Meskipun keberadaan warung pangku alias warung remang-remang’PSK yang menjamur di Kabupaten Gresik,
Jawa Timur, sedang mendapat sorotan tajam dari kalangan Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Gresik. Hingga mengundang para Tokoh Agama (Toga) Islam ini,
gerah. Ternyata tidak menjadi garansi pihak Pemkab Gresik melalui Satpol
PP, bisa mengambil tindakan penertiban.
Buktinya, hingga kini warung pangku tersebut masih marak dijumpai di
setiap sudut kota Gresik. Padahal, kota ini dijuluki sebagai Kota Wali
dan Kota Santri. Dimana, terdapat dua wali tersohor yakni Syeh Maulana
Malik Ibrahim dan Sunan Giri. Selain itu, masyarakat dikenal agamis dan
taat beribadah.
Lantasan yang mengundang, gerangan apa kendala yang dihadapi Satpol
PP Gresik, membuat tak berdaya memberangus aktivitas warung pangku yang
menodai citra Gresik sebagai Kota Santri?.
Pengurus MUI Gresik, tak berdaya menghadapi hal ini. Pasalnya, MUI
bukan eksekutor. Yang memiliki kewenangan eksekusi hal ini adalah
pemerintah daerah.
“MUI Gresik sudah rekom ke Pemkab terkait warung pangku yang dinilai
menodai Gresik dijuluki Kota Santri,” kata Ketua MUI Gresik KH Mansoer
Shodiq, M.Ag di Gresik, seperti dilansir dari laman surabayapagi.com, [14/10/2017]. .
Sementara itu, Uztad Fathoni juga menuturkan hal sama dengan Ketua
MUI. Sehingga tidak ada jalan lain yang harus dilakukan kecuali
menertibkan warung-warung berbau seks.
Pasalnya, lebih baik mengorbankan maksiat dari pada sebutan sebagai
Kota Santri ditiadakan. Walaupun, kategori sebagai Kota Santri tersebut
belum ada standarisasi dari Pemkab setempat.
“Kenapa?, karena maksiat itu dosa. Pemerintah daerah berdosa jika
membiarkan maksiat merajalela di daerah ini. Makanya harus,
ditertibkan,” tegas Fathoni.
Lain Ketua MUI Gresik dan Uztad Fathoni, lain pula kabar yang beredar
di masyarakat. Dimana, disebutkan bahwa Satpol PP menghadapi kesulitan
dalam penertiban warung seks berkedok warung kopi ini lantaran
keberadaannya diduga dibekingi aparat. Namun, tidak disebutkan secara
rinci aparat dimaksud.
“Satpol PP ini serbah salah menertibkan warung pangku, karena
sebagian warung-warung ini dibelakangnya petugas. Cuman tidak jelas
petugas dari instansi mana, karena penjaganya tutup mulut,” jelas warga
yang sedang berbincang di warkop depan Masjid Agung Gresik.
Kepala Satpol PP Gresik Nuruddin yang dikonfirmasi hal ini, belum
bisa dihubungi. Sehingga belum diketahui pasti, kendala dihadapi terkait
penertiban warung pangku yang kini disoroti tajam pihak MUI Gresik. [Mis]

Spesial Untuk Mu :  Anggap Dasar Negara Indonesia Adalah Tauhid, Habib Rizieq Shihab Diprotes!!