oleh

Mushala di Pulau Pari Kepulauan Seribu di Gusur, Namun Pemprov DKI Jakarta Mengaku Belum Tahu

-Berita-192 Dilihat
Puluhan personel Pol PP dan pasukan Oranye saat persiapan penggusuran sejumlah lahan di Pulau Pari, Senin (5/9/2016).
JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Pemerintah Provinsi DKI mengaku belum menerima informasi
berkenaan penggusuran sebuah mushala di Pulau Pari, Kepulauan Seribu.
Perwakilan Biro Pendidikan dan Mental Pemprov DKI, Tatang mengatakan,
hingga saat ini belum menerima informasi terkait penggusuran tersebut.
Menurutnya, ada kemungkinan persoalan penggusuran di Pulau Pari masih
dalam tahap penyelesaian di tingkat kabupaten dan kota. “Kami harus
cari tahu terlebih dahulu,” ujar Tatang, saat dihubungi lewat pesan
singkat, seperti dilansir Republika.co.id, Senin (5/9/2016). 
Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu, Budi Utomo menegaskan,
pembongkaran struktur bangunan mushala di Pulau Pari, bukan urusan
terkait sengketa rumah ibadah atau SARA. Menurutnya, lokasi mushala di
Pulau Pari yang ramai diberitakan itu berada dalam lahan sengketa antara
perusahaan dan warga. Tapi berkembang, seolah Pemda Kepulauan Seribu
ingin membongkar sebuah mushala. 
“Ini persoalan sengketa lahan. Tidak ada Pemda mau gusur mushala,
kita juga mau menyediakan (mushala). Kita akan putuskan di titik yang
lokasinya aman dari sengketa, yang sekaligus akan menjadi lokasi binaan
UMKM di sana,” Tandasnya dia.
Baca juga; Kasus Pembongkaran Mushala, Ini Jawaban Bupati Kepulauan Seribu

Sebelumnya, Pengurus Ikatan Cedekiawan Muslim Indonesia (ICMI) DKI
Jakarta, Mustaqim Dahlan, memprotes tindakan Pemerintah DKI Jakarta.
Protes tersebut terkait penggusuran mushala di Pulau Pari. Mustaqim
mengungkapkan, aktivitas penggusuran tersebut dinilai kontraproduktif
dengan kondisi wilayah di sana yang dihuni mayoritas Muslim. (*). 

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya