oleh

Musisi Ternama’ Iwan Fals Dinobatkan sebagai Musisi Penjilat Sejati?

-Berita-12 views
loading...
Konser Kanta Taqwa-Iwan  Fals Tempo Doeloa (Dok)

SriwijayaAktual.com – Musisi kenamaan tanah air yang sangat dikenal dengan lagu – lagu
perlawanan yaitu sang legenda Virgiawan Listanto atau lebih dikenal
dengan nama Iwan Fals, merupakan musisi dengan jenis musik Balada, Rock,
Pop & Country yang sarat dengan potret kondisi realita sosial.
Lirik – lirik dalam lagunya senantiasa mewakili para kaum marjinal dan
menyuarakan suara – suara tak terdengar dari kelompok akar rumput. Iwan
Fals dengan kharismanya membuat banyak orang jatuh hati dan mengidolakan
dia karena musik dan lirik lagunya sarat dengan kritik pada pemerintah
hingga mengangkat tentang bencana yang terjadi di Republik Indonesia. 
Pada
bulan April 2017, berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan netizen
pada hari Sabtu 28 April melalui akun @MAHENDRA_GNW pada twitter,
hasilnya menyatakan bahwa Iwan Fals adalah musisi yang layak dinobatkan
sebagai MUSISI PENJILAT SEJATI. Entah apa yang melatar belakangi sang
pemilik akun itu melakukan polling untuk diikuti siapa pun secara luas
di media sosial namun yang pasti ini merupakan bentuk aspirasi yang
ingin disampaikan kepada publik dan secara khusus kepada sang macan
panggung Iwan Fals.
Berdasarkan hasil polling tersebut bahwa
voting dan sharing pada jagad maya diikuti partisipasi para netizen
sebanyak 2,726 pemilih yang menggunakan hak suaranya yang masuk dalam
daftar pemilih tetap & tidak tetap cyberspace. Pada polling,
terdapat 4 opsi yang diberikan untuk memilih siapakah musisi yang layak
dinobatkan sebagai Musis Penjilat Sejati dan hasil akhir secara final
memutuskan kemenangan mutlak Iwan Fals sebagai pemenang dengan jumlah
pemilih 39%. Adapun ke 3 opsi lain dalam polling tersebut adalah pertama
Ahmad Dhani dengan pemilih sebesar 15%, pilihan kedua adalah Slank
dengan perolehan suara sebanyak 18% dan pada pilihan ke 4 adalah Addie
MS dengan jumlah pemilih sebanyak 28%.” sebagaimana dilansir laman  kompasiana, Minggu  (30/4/2017).

loading...
Tangkapan layar dari tweet @Mahendra_GNW
Apa arti dari hasil Polling ini bisa
saja tidak berarti apapun, atau bisa juga berarti segalanya jika dilihat
dari perspektif opini publik dalam sosial media. Apakah para pemilih
bisa mewakili secara keseluruhan penilaan publik terhadap personal
branding seorang Iwan Fals… tentu tidak. 
Mengingat setiap
orang memiliki pilihan sendiri – sendiri dan penilaian yang ukuran serta
parameternya berbeda – beda, namun yang menarik adalah polling ini
meski bisa dianggap sebagai selingan atau guyonan belaka namun secara
tidak langsung ada kandungan akan public verdict dimana publik
memberikan penilaian dan memutuskan secara kolektif akan citra pesona
dari Iwan Fals.
Mungkin disebabkan berbagai piihan serta
perilaku dari Iwan Fals sebagai publik figur dimata masyarakat
diantaranya kedekatan dengan penguasa atau dalam hal ini pemerintah,
meski sebelumnya bung Iwan sangat kental dengan lagu – lagu kritik pada
pemerintah atau kelompok yang berkuasa sebagai fungsi kontrol. MEMBERI
dukungan kepada Ahok sebagai calon gubernur yang menjadi terdakwa dalam
kasus penistaan agama, pernyataan dan sikap beliau waktu terjadinya aksi
besar 411, 212 dan lain – lain hingga polling yang diadakan Iwan Fals
melalui akun twitternya dan hasilnya Basuki Tjahaya Purnama kalah dalam
hasil akhir perolehan polling yang dilakukan sebanyak 2 kali. 
Apakah
suara – suara Bung Iwan Fals yang mewakili suara hati rakyat dalam
bersuara melalui lagu dan lirik tidak lagi ada, hanya anda sebagai
publik yang bisa menilai. 
Apakah banyak kalangan grass root dan penggemarnya rindu akan hasil karya seperti “Manusia Setengah Dewa” ditahun 2004
Apakah Iwan Fals sudah tidak lagi berbicara soal idealisme karena sudah banyak uang yang ada dikantongnya . . . . . 
Apakah
Iwan Fals sudah terlampau jauh masuk dalam pusaran penguasa
(pemerintahan) dan seharusnya sebagai seniman yang tetap kritis dan
bukan dalam lingkaran partisan . . . .   
Apakah memang ini
sebuah kerinduan luar biasa seorang Iwan Fals pada penguasa yang
akhirnya bisa duduk bersama ketimbang mengangkat tangan dipanggung
sembari menyuarakan jeritan wong cilik . . . . .
Apakah memang Iwan Fals telah lelah dan akhirnya . . . . . . (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed