oleh

nah!! Air Laut Sudah Sampai ke Monas

loading...

Air Laut Sudah
Sampai ke Monas, Bagaimana Dampaknya ke Kesehatan?

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan
mengatakan Jakarta kini tengah dihadapkan dengan masalah serius terkait
air bersih. Dalam sebuah acara, dirinya mengatakan telah terjadi intrusi
air laut hingga ke Monas bagian utara, tidak jauh dari Istana Negara.
Intrusi air laut
merupakan kondisi masuknya air laut ke pori-pori tanah hingga mencemari
kualitasnya. Intrusi air laur membuat air tanah sudah tidak bisa
dikonsumsi lagi. Padahal masyarakat sangat membutuhkan air tanah untuk
aktivitas sehari-hari termasuk untuk memasak dan minum.
Salah satu penyebab terjadinya instrusi air laut adalah pengambilan
air tanah yang berlebihan. Oleh karenanya, diperlukan penanganan dan
pembatasan penggunaan air tanah. Bila tidak, maka masalahnya bisa
semakin meluas dan kondisi semakin parah.
Sementara itu, ada beberapa dampak kesehatan yang bisa terjadi
apabila masyarakat mengonsumsi air laut. Seperti diketahui, Istana
Negara terletak di Jalan Medan Merdeka Utara. Artinya, kualitas air yang
ada di Istana sudah pasti tercampur dengan air laut.
Menurut situs ilmiah Earth Sky, minum air laut secara
signifikan meningkatkan jumlah garam dalam aliran darah. Sebab
konsentrasi garam dalam tubuh hanya 25 persen dari konsentrasi garam di
air laut.
Meningkatnya jumlah garam membuat tubuh memiliki pekerjaan ekstra
untuk menghilangkannya. Melansir Live Strong, Rabu (16/10/2019), garam
membuat tubuh kehilangan cairan.
Semakin banyak air laut atau air asin yang diminum, maka semakin
banyak cairan di tubuh yang hilang. Pada akhirnya kondisi itu bisa
menyebabkan terjadinya dehidrasi.
Dehidrasi menyebabkan peningkatan rasa haus dan keinginan buang air
kecil lebih sering. Lebih banyak urin dan lebih sedikit air dapat
memperburuk masalah dehidrasi. Masalah lainnya yang bisa muncul antara
lain mulut kering, detak jantung yang cepat, tekanan darah rendah, sakit
kepala, dan pusing.
Secara bertahap, dehidrasi juga bisa menyebabkan kelesuan dan
kebingungan. Hal ini tergantung dari jumlah air laut yang dikonsumsi dan
berapa banyak air tawar yang diminum untuk menghilangkan efeknya.
Selain itu, dehidrasi bisa menimbulkan darah dalam tinja, muntah,
kehilangan nafsu makan, dan ketidaksadaran.
Pada tahap yang lebih serius, terus-menerus mengonsumi air laut
dapat menyebabkan gagal ginjal. Kondisi ini membuat tubuh tidak dapat
lagi memproduksi urin karena kekurangan air yang dapat digunakan.
Dehidrasi parah juga dapat menyebabkan delirium, kejang, dan pada
akhirnya bisa merenggut nyawa. Kalau pun berhasil diselamatkan, bisa
terjadi kerusakan otak permanen. (ful/okz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed