oleh

nah! Eks Tim Mawar Soroti Aktivitas Kapal Kabel Tiongkok di Perairan RI

loading...
JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Praktisi intelijen Fauka Noor Farid
ikut menyoroti beroperasinya kapal kabel atau cable ship milik Tiongkok
di perairan sekitar Batam dan Natuna, Kepulauan Riau, yang terkesan
dibiarikan. Eks personel Tim Mawar ini menyayangkan tidak adanya reaksi
dari Kementerian Perhubungan.

Fauka mengatakan bahwa Kementerian Perhubungan seharusnya tidak boleh
membiarkan kapal kabel asing menggelar kabel optik sistem komunikasi
bawah laut di laut RI.
“Ini suatu keanehan. Kita harus waspada dengan giat intelijen asing.
Bisa pula ada operasi kapal kabel SBSS milik RRC yang berbendera Panama
dengan nama Kapal CS Bold Maverick yang beroperasi di perairan Indonesia
sekitar Batam dan laut Natuna,” ucap Fauka, Sabtu (23/11/2019).

Padahal, kata direktur eksekutif Institute Kajian Pertahanan dan
Intelijen Indonesia (IKAPI) ini, ada aturan asas cabotage yang melarang
kapal berbendera asing melakukan kegiatan bisnis dan pemasangan kabel
bawah laut di perairan Indonesia.

Ditegaskan Fauka, Indonesia menganut asas cabotage yang memberikan
kekuatan bahwa penyelenggaraan pelayaran dalam negeri sepenuhnya hak
negara pantai. “Artinya, negara pantai berhak melarang kapal-kapal asing
berlayar dan berdagang di sepanjang perairan negara Indonesia,”
jelasnya.
Dengan beroperasinya kapal kabel asing berbendera Panama dengan CS Bold
Maverick di lautan Indonesia, kata Fauka, maka akan banyak merugikan
negara Indonesia. Terutama bagi perusahaan nasional.

“Dan dari sisi pertahanan yang kita khawatirkan, justru digunakan untuk
kegiatan mata-mata di Laut Natuna yang kaya akan sumber daya alam,” ucap
mantan komandan kelompok khusus Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI
ini.

Fauka menyatakan buat apa ada asas cabotage bila kapal berbendera
Indonesia tidak akan menjadi tuan rumah di negara sendiri. Semestinya,
kapal kabel berbendera Indonesia-lah yang mendapat prioritas untuk
beroperasi.

Untuk itu, kata Fauka, Kementerian Perhubungan diminta untuk tidak
mengeluarkan surat persetujuan pengunaan kapal asing. Begitu juga dari
Kementrian Pertahanan.

“Jangan sampai mengeluarkan surat security clearance dan security
officer untuk kapal kabel CS Bold Maverick milik asing yang akan
melakukan kegiatan pengelaran kabel di wilayah perairan Indonesia. Kita
harus waspada giat intelijen asing,” tandasnya. [jpnn]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed