Nelayan Sepakat Kirim Surat ke Presiden Jokowi

Berita49 Dilihat
(Ilutrasi)

REMBANG-JATENG, SriwijayaAktual.com  – Ratusan nelayan berbondong-bondong ke balai
Kelurahan Pacar dan Kelurahan Tasikagung,  Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng)  kemarin. Mereka
bersepakat untuk menulis surat kepada Presiden Joko Widodo perihal
palarangan jaring ‘cantrang’ yang telah membuat kehidupan nelayan di
kawasan ini menjadi kian sulit, Namun saat ditanya kapan mereka akan
mengirimkannya dikatakan masih akan dikoordinasikan dengan Aliansi
Nelayan Indonesia.
“Soal berkirim surat kepada Bapak Presiden,ini adalah upaya yang
final,sebab nelayan Cantrang di pantura merasa terhimpit untuk mencari
nafkah,” kata tokoh nelayan Cantrang Rembang Lestari (45) kepada wartawan, Selasa (3/10/2017) dikutip dari laman
KRjogja.com
.
Diperoleh keterangan saat dilakukan demo besar-besaran oleh nelayan
pantura tanggal 11 Juli 2017 silam ke gedung DPR pusat dan Istana
Presiden,diperoleh kesepakatan,jika pemerintah akan menerjunkan tim
independen untuk melakukan ‘uji petik’ terhadap aktifitas jaring
cantrang yang diidentikan dengan jaring trawl. Hasil uji petik itu
kemudian akan dilaporkan kepada Presiden untuk tindak lanjut.
“Namun hingga sekarang tim independen yang katanya akan melakukan uji
petik di kawasan pantura tidak kunjung datang. Yang jelas ribuan
nelayan sangat bergantung kepada jaring cantrang yang sudah puluhan
tahun mereka geluti,” timpal Hartono nelayan Tasikagung, Rembang.
Sementara itu Joko Suprihadi anggota DPRD Rembang yang ikut menunggui
aksi penulisan surat kepada Presiden mengatakan apa yang dikehendaki
nelayan merupakan aspirasi bawah yang memang terhimpit mata
pencahariannya.
“Aksi tersebut murni suara hati mereka yang memang merasa terjepit
dengan keputusan Menteri Kelautan soal pelarangan jaring cantrang,”
jelas anggota Komisi D DPRD Rembang ini. 
Terpisah Kepala Dinas Perikanan
dan Kelautan Kab Rembang Ir Suparman mempersilahkan nelayan menyuarakan
aspirasinya termasuk berkirim surat kepada Presiden.
“Itu hak nelayan,yang jelas kami juga tetap komitmen untuk menerurkan
pemerintah terkait pergantian alat tangkap ikan dari jaring cantrang
kepada alat tangkap yang ramah lingkungan sesuai SOP,” jelas Suparman
Selasa siang di ruang kerjanya. (*) 

Spesial Untuk Mu :  Balas Gus Miftah, Pengacara: Banser juga Tidak Punya Payung Hukum untuk Bubarkan Pengajian

Komentar