oleh

Neno: ‘Jihad Harta Untuk Prabowo-Sandi Auto Masuk Surga’?

-Berita-216 Dilihat
Neno Warisman[dok/net]

Oleh: Gandi Widiyantoro
(Mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang)
SriwijayaAktual.com – Lama tak muncul, Neno Warisman kembali berulah. Kali ini mengenai
jihad instan agar jamaah auto masuk surga. Neno Warisman menyerukan
kepada jemaah yang mendengarkan ocehannya untuk berjihad. Caranya,
masing-masing orang diminta menyumbang kampanye Prabowo-Sandi sebesar
Rp5 juta. Sumbangan itu, kata Neno sebagai bentuk jihad. Dalam rangka
mensukseskan penggalangan dana, pihak 02 meluncurkan aplikasi RGP Bayar
Bayar. Download aplikasi, bayar 5 juta, dijamin masuk surga.
Sebetulnya mau meminta sumbangan, ya meminta sumbangan saja. Gak usah
bawa-bawa jihad segala. Bagi sebagian besar orang yang mendengarkan,
mulut Neno itu menyebalkan. Seolah membela Capres yang gak bisa ngaji
dan gak tahu apa agamanya adalah bagian dari perjuangan agama. Ini
namanya pembodohan. Neno pun demikian, orang yang mendeklarasikan
dirinya sebagai ustadzah padahal ngaji saja belum tentu bisa. Mana ada
ustadzah menyuarakan kebencian ke orang lain.
Siapakah target Neno? Tentu rakyat yang tidak tahu makna jihad.
Rakyat dari golongan sumbu pendek merupakan sasaran empuk bagi Neno dan
komplotannya. Baru kemarin majalah Forbes mengeluarkan data orang
terkaya Indonesia. Adik Prabowo, Hasyim Joyohadikusumo, masuk dalam
daftar orang terkaya di Indonesia. Hasyim aktif diorganisasi keagamaan
Kristen dan juga petinggi Gerindra. Menurut majalah Forbes kekayaan
Hasyim sejumlah US$850 juta atau kalau dirupiahkan sekitar Rp12 triliun.
Lalu berapakah harta Prabowo? Menurut laporan harta kekayaan
terakhir, Prabowo memiliki harta Rp2 triliun. Jumlah itu turun setelah
kalah dalam Pilpres 2014 kemarin. Sementara Cawapres Sandiaga Uno
sendiri punya kekayaan mencapai Rp5 triliun. Nah, orang-orang super kaya
itu kini mau maju sebagai Capres dan Wapres. Mau melampiaskan hasrat
politiknya agar berkuasa. Mereka membutuhkan suara orang-orang miskin
untuk memilihnya. Bukan hanya suara. Mereka juga mau minta duit
orang-orang miskin agar memberi sumbangan agar mereka bisa duduk di
istana.
Kalau orang miskin dimintakan buat nyumbang orang kaya, rasanya aneh.
Dunia sudah terbalik. Sumbangan orang miskin Rp5 juta, mungkin setara
dengan biaya mandiin kuda impor Prabowo dalam seminggu. Atau setara
dengan biaya sekali cukur rambut Sandi. Timnya Prabowo Sandi ini memang
suka aneh. Dari beberapa kontroversi, dapat disimpulkan bahwa mereka
mengusung taktik dan strategi “menjadi aneh” agar diperhatikan
masyarakat. Tapi sayangnya, masyarakat tidak suka yang aneh-aneh.
Agar duit terkumpul banyak, digunakanlah taktik lain: jualan agama.
Nah, orang-orang yang polos ini dibohongi dan lagi-lagi dibohongi bahwa
sumbangan mereka kepada Prabowo sebagai jihad. Neno Warisman yang
berfungsi jadi sales jihadnya. Targetnya tentu kantong umat Islam yang
gak ngerti apa-apa. Neno mengajak umat Islam jihad dengan menyumbang
duit untuk Prabowo. Jihad untuk membantu Capres yang belum tentu bisa
ngaji dan sholat ini agar bisa jadi Presiden Indonesia. Jadi jihad bagi
Neno adalah orang miskin nyumbang orang kaya yang gak jelas cara
beragamanya, agar orang kaya bisa menguasai Indonesia.
Jihad bagi Neno adalah agar duit Prabowo dan Sandi gak habis. Mereka
tetap kaya, meskipun kalah. Tidak mau mengulangi memori kelam 2014:
sudah kalah, rugi pula. Demikian juga, kekayaan Prabowo dan Sandi yang
triliunan itu gak habis untuk kepentingan mereka sendiri. Mereka tetap
bisa hidup bergelimang harta. Kalau menang, mereka senang. Kalau kalah,
gak rugi-rugi amat. Wong, kekayaaanya masih tetap.
Apa keuntungan buat orang miskin yang nyumbang untuk Prabowo? Nanti
mereka akan dapat tiket surga. Seperti Neno bilang. Nyumbang Prabowo
adalah bagian dari jihad. Biasanya orang yang jihad akan masuk surga.
Nenolah yang menentukan surga dan neraka. Kalau Prabowo dan Sandi jelas
sudah hidup di ‘surga’ sekarang. Dengan kekayaan triliunan apa yang gak
bisa dibeli? Sementara rakyat kecil harus banting tulang mencari duit
untuk hidupnya dan untuk membiayai orang-orang kaya agar bisa berkuasa,
sesuai seruan Neno. [**] 

Komentar