oleh

NKRI Harga Mati, Bukan Seharga Utang Dari China!!

loading...
JAKARTA, SriwijayaAktual.com Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati menjadi slogan yang selalu
didengungkan di negeri ini. Khususnya, saat menghadapi rongrongan upaya dari
dalam yang berusaha memecah melalui ideolog
i maupun gerakan separatisme.
Namun demikian,
slogan itu seperti sunyi saat kedaulatan Indonesia diancam pihak asing. Seperti
saat wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia dilanggar oleh kapal-kapal
milik pemerintah komunis China.
Bahkan sejumlah
pejabat terkesan lunak. Ada yang berdalih China adalah negara sahabat, ada juga
yang meminta masalah pelanggaran kedaulatan di Natuna tidak dibesar-besarkan.
Banyak kalangan
menilai sikap lunak itu tidak terlepas dari peran China dalam pembangunan di
Indonesia. Mulai dari pembiayaan proyek kereta cepat, sejumlah pelabuhan,
hingga teranyar disebutkan China juga berinvestasi besar di calon ibukota baru.
“NKRI harga mati.
Bukan seharga utang dari China,” geram Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule
dalam akun Twitternya, Minggu (5/1/2020).
Iwan meluapkan
kegeraman itu lantaran slogan NKRI harga mati melempem gara-gara utang.
Padahal, sambungnya,
Indonesia dan China setara. Sejarah juga membuktikan kedua negara sama-sama
pernah dijajah bangsa Jepang.
Catatan sejarah
Indonesia bahkan lebih unggul. Pasalnya, Indonesia pernah tegas menentang
kehadiran bangsa Mongol, bangsa yang bagi China menakutkan sampai-sampai harus
membuat tembok raksasa sebagai penghalang.
Di era Kerajaan
Singosari, Raja Kertanegara pernah memotong dan merusak wajah utusan Mongol,
Meng Qi sebagai tanda Singosari tidak sudi takluk.
“Mongol yang pernah
buat China paranoid sampai harus bangun tembok besar, pernah kita potong
telinganya ketika mau coba-coba sama kita. Kenapa sekarang kita yang jadi
paranoid? Aneh. Iya nggak sih?” demikian Iwan Sumule. (rmol)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed