oleh

Ogah Ikut Akbar Tandjung, KAHMI Tolak Dukung Jokowi

-Berita-234 Dilihat

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa
Islam (KAHMI) Prof. Siti Zuhro menolak membawa organisasinya untuk memberikan
dukungan kepada calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo.
Sikap ini disampaikan untuk menanggapi pernyataan Ketua Dewan
Penasihat Majelis Nasional KAHMI, Akbar Tandjung atas dukungan terhadap
Jokowi pada Pilpres 2019.
Menurut dia, KAHMI tidak boleh memberikan dukungan kepada calon presiden di Pemilu 2019.
“KAHMI maupun HMI tidak boleh ditarik-tarik ke politik praktis karena memang ini
bukan organisasi politik,” kata Siti, seperti dilansir CNNIndonesia,
Rabu (6/2/2019).
Dia menegaskan posisi KAHMI sebagai organisasi yang independen dan
netral secara politik. Siti menyatakan organisasinya juga tidak
berpolitik praktis, namun memainkan peran secara politik moral.
“Jadi kalau ada personal alumni yang dukung mendukung, itu menjadi
tanggung jawab yang bersangkutan. Tidak boleh membawa nama organisasi,”
kata mantan Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI itu.
Prof. Siti Zuhro [net]
Akbar Tanjung sebelumnya berharap agar Jokowi kembali terpilih
menjadi presiden untuk periode 2019-2024. Pernyataan itu disampaikan
Akbar saat berpidato pada acara silaturahmi memperingati HUT ke-72 HMI
di kediaman Akbar di Jakarta, Selasa (5/2/2019).

Menurut politikus Golkar itu, Jokowi telah menunjukkan keberhasilan dalam membangun Indonesia selama menjabat sebagai presiden.
“Saya di hadapan saudara-saudara sekalian ingin mendoakan supaya Pak
Jokowi dapat melanjutkan pembangunan yang telah dirintis pada hari ini,
pada tahun-tahun yang akan datang,” ujar Akbar.
Setelah mendoakan Jokowi, Akbar lantas meminta para tamu undangan
untuk mengamini doanya. Para tamu yang hadir pun langsung mengamini doa
tersebut.
Namun Siti mengatakan kegiatan yang digelar Akbar Tanjung itu adalah
acara individual, bukan atas nama organisasi. Bahkan menurut Siti, tidak
ada presidium KAHMI yang menghadiri acara tersebut, termasuk dirinya.
“Secara organisatoris kami tidak hadir,” kata peneliti LIPI itu. [*]

Komentar