oleh

ooOO…Ternyata Wakaf Juga Diadopsi Oleh AS Dan Eropa

Ketua Badan Wakaf RI
Sebut Wakaf Juga Diadopsi Oleh AS Dan Eropa

JAKARTA, SriwijayaAktual.com   – Konsep wakaf ternyata tidak hanya diadopsi oleh negara-negara mayoritas
Muslim saja. Negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat juga mengadopsi
istilah dana abadi (endowment fund) yang punya konsep mirip dengan
wakaf.
Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Prof. Dr. Ir.
Mohammad Nuh, DEA, dalam kutbah Idul Adha, di Lapangan Komplek
Perkantoran Bank Indonesia Jakarta, Minggu (11/8/2019).

Nuh mengatakan, negara-negara barat melakukan wakaf yang menggunakan
istilah dana abadi ini dengan mengabaikan nilai transendentalnya,
sebagai ciri khas faham sekunder.

Lanjut dia, kekuatan dana abadi yang luar biasa ini telah menciptakan
beberapa perguruan tinggi di negara barat menjadi terkenal dan
berkualitas.

“Sebut saja Harvard University yang memiliki dana abadi sebanyak 38,8
juta dolar AS, Stanford University 26,5 juta dolar AS, MIT dengan angka
16,4 juta dolar AS, dan Oxford University senilai 6,1 juta
poundsterling,” ungkap Nuh.

Di Indonesia, wakaf telah dilakukan oleh Habib Bugak, warga Aceh pada
era 1800-an. Wakafnya berupa rumah Aceh (Baitul Asyi) di dekat Masjidil
Haram yang hingga kini masih tetap produktif dalam bentuk bangunan
hotel, seperti Ramada Ajyad, Elaf Massyair, dan Azizah Hotel di Mekkah.

Pada tahun ini, sesuai dengan akad wakaf, hasil pengelolaan aset yang
mencapai Rp 22 miliar telah diserahkan ke warga Aceh yang sedang berhaji
sebagai penerima manfaat.

“Bisa dibayangkan, 200-an tahun yang lalu, manfaatnya terus bisa
dirasakan hingga yaumil akhir. Betapa bahagianya di alam kubur, karena
terus mendapatkan parsel pahala kebaikan,” jelasnya.

Oleh karenanya, kata Nuh, budaya wakaf harus dibangkitkan kembali. Bukan
saja hanya untuk pengembangan sektor pendidikan, tetapi juga untuk
mengatasi berbagai persoalan seperti kemiskinan, ketidaktahuan,
keterbelakangan peradaban, dan kemartabatan.

Baca Juga: Resmikan Bank Infaq, Sandiaga S Uno: Biar Emak-Emak Enggak Dikejar Rentenir

Untuk diketahui, untuk menyiapkan tenaga profesional dalam mengelola
aset wakaf (nadzir), Bank Indonesia telah bekerja sama dengan
Universitas Darussalam Gontor dengan mendirikan Internasional Centre do
Awqaf Studies (ICAST) pada 2012 lalu.

Dengan hadirnya ICAST, penyiapan nadzir dilakukan secata sistemik dan
terstuktur. Sehingga kompetensinya bisa dipertanggung jawabkan.(rmol)

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya