oleh

Pakar Hukum Sebut, Hakim Sidang Jessica Memang Cenderung Menggiring ……

-Berita-151 Dilihat
(Ilustrasi)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Komisi Yudisial (KY) sudah menerima
laporan pelanggaran kode etik persidangan yang diduga dilakukan majelis
hakim sidang Jessica Kumala Wongso. Mereka di antaranya hakim ketua
Kisworo serta hakim anggota Partahi Tulus Hutapea dan Binsar Gultom. 
Pakar hukum pidana dari Univesitas Jenderal Soedirman, Hibnu
Nugroho menilai, bahwa tidak sepatutnya seorang hakim bersikap tak
netral manakala memimpin sidang. Dia harus bersikap objektif baik dari
segi hukum maupun perkara.
“Jadi hakim dalam teori hukum pidana pandangannya objektif hukumnya
dan objektif perkaranya. Sehingga dia tidak bisa tanda petik mengarah,
menekan itu tidak boleh,” kata Hibnu saat dihubungi dikutip dari Okezone, di Jakarta, Selasa (20/9/2016). 
Lain halnya dengan jaksa yang justru dianjurkan untuk subjektif
terhadap perkaranya, karena harus mewakili negara di mana ada korban di
dalamnya. Namun, seorang jaksa harus bersikap objektif terhadap
hukumnya. 
“Tapi kalau pengacara, pandangannya adalah objektif terhadap
perkaranya tapi subjektif kepada hukumnya. Beda dengan hakim, jadi
dibolak-balik gitu ya. Hakim tuh harus objektif, tidak boleh menekan,
nah itu kan bisa dilihat dari sidangnya memang,” ujarnya. 
Hibnu mengaku sering menyaksikan sidang Jessica melalui layar
kaca. Ia setuju dengan para advokat yang melapor ke KY bahwa ada suatu
bentuk penggiringan yang dilakukan para hakim yang bersangkutan. 
“Ya memang ada kecenderungan seperti itu, ada kecenderungan
seolah-olah itu ada sedikit penggiringan, memaksakan ada
pertanyaan-pertanyaan termasuk misalkan menanyakan ahlinya. Itu kan
kurang pas, apa yang dikatakan silakan hakim yang menilai.
Penilaian-penilaian dulu enggak boleh, penilaian itu ada nanti
diputusannya,” ujarnya. 
Berita Terkait; Kasus Jessica Jadi Sorotan Publik, KY Ingatkan Hakim Cerdas Dalam Pimpin Persidangan
Diketahui, ini sudah kedua kalinya KY menerima laporan
pelanggaran kode etik. Laporan pertama diajukan oleh kubu Jessica
terhadap hakim anggota, Binsar Gultom yang sangat itu dinilai sangat
aktif mencecar pertanyaan kepada saksi ahli. 
Kini, beberapa advokat yang tergabung dalam Aliansi Advokat Muda
Indonesia menilai hal yang sama. Hibnu menilai, dua pelaproan itu
diharapkan bisa membuat KY dapat berperan aktif. 
“Itu sebagai evaluasi KY yang melihat ini, saya kira KY harus pro
aktif melihat kasus seperti ini. Itu kan sudah dilihat seluruh bangsa
Indonesia, apakah ini menyudutkan atau tidak itu kan kelihatan, jadi
enggak usah KY nunggu laporan. Nunggu laporan boleh, tapi juga bisa
memberikan ‘wah ini persidangan agak sedikit melenceng, persidangan agak
sedikit dipaksakan, persidangan tidak memenuhi kaidah-kaidah’. 
Makanya
ini sebagai taruhan KY sejauh mana bisa meneliti perkembangan, sejauh
mana punya daya insting yang tinggi terhadap sidang ini,” tutupnya. (*).

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya