Senin, 16 Mei 2022
Pasang Iklan Murah!
oleh

PB HMI Tantang Kapolri Penjarakan Ahok

-Berita-291 Dilihat
Djalal
Firdaus Djalal
JAKARTA, SriwijayaAktual.com –  Terkait statemant atau  pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias  Ahok yang menimbulkan desakan dari
berbagai kelompok umat muslim di Indonesia yang berujung pada fatwa MUI
mendapat respon dari berbagai pihak. 
“Dengan adanya fatwa MUI tersebut
Kapolri harus berani mengambil sikap untuk meminimalisir kegaduhan di
ibukota. Kapolri harus berani dan tegas dalam menegakan hukum di
republik ini tanpa harus membedakan strata sosial.” Ujarnya Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir, melalui Firdaus Djalal Ketua PB HMI Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi kepada SriwijayaAktual.com – Rabu (12/10/2016).
Selain itu juga, 
laporan terhadap ahok dengan dugaan penistaan agama telah dilaporkan
oleh berbagai kelompok masyarakat seperti Angkatan Muda Muhammadiyah dan
Forum Anti-Penistaan Agama (Fupa) melaporkan Ahok ke Polda Metro Jaya
pada hari yang sama, yakni Jumat, 7 Oktober 2016. Dalam kedua laporan
tersebut, Ahok dituntut dijerat Pasal 156-a KUHP tentang Penistaan Agama. 

Dengan
adanya laporan tersebut merupakan tantangan bagi Kapolri untuk
menegakkan hukum direpublik Indonesia ini tanpa harus mempertimbangkan tendensi
politik dan kekuasaan. 
“Maka olehnya itu kami sebagai anak bangsa
menantang Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk menegakkan hukum se adil – adilnya di republik
ini. Hukum jangan hanya untuk menjerat masyarakat kecil saja dan kapolri
harus mampu menunjukan profesionalisme dan integritasnya tanpa harus
terjebak dalam intervensi kekuasaan. 
Baca Juga ini; – waAW … Pengunggah Video Ahok Kutip (Q.S) Al Maidah Ayat 51 Diteror ….
 – Umat Islam Sumsel MENGGUGAT; Tidak Ada Maaf Lagi Untuk mu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok
Saya kira persoalan keagamaan
merupakan ruang kita untuk tetap saling menjaga demokrasi tanpa harus
melecehkan dan bahkan berujung pada penistaan agama yang di duga
dilakukan oleh pejabat publik seperti Ahok. Seyogyanya pemimpin harus
mampu merangkul dan menjaga keberagaman tanpa harus menimbulkan
kegaduhan.”Tandasnya Djalal. (Red).

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya