oleh

PDIP: Tudingan Abdullah Hehamahua ke Megawati ‘Aneh dan Ajaib’

-Berita-290 Dilihat
Abdullah Hehamahua

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Politisi PDIP, Hendrawan Supratikno menyebut
tudingan mantan penasihat KPK, Abdullah Hehamahua bahwa perancang
kriminalisasi Antasari Azhar adalah orang dekat Megawati sebagai
tudingan yang aneh dan ajaib. 
“Saya menilai absurd. Menjadi aneh bin ajaib. Apa kepentingannya. Ini semakin tidak masuk akal,” kata Hendrawan saat dihubungi, seperti dikutip dari  Rimanews (17/2/2017) pagi. 
Hari Selasa lalu, Abdullah Hehamahua menyatakan, perancang krimininalisasi
kasus mantan ketua KPK, Antasari Azhar adalah orang dekat Megawati.
Pernyataan itu disampaikan oleh Abdullah setelah sehari sebelumnya,
Antasari berbicara di Bareskrim dan menyatakan “kriminalisasi” dirinya
dilakukan oleh SBY. Menurut Abdullah pernyataannya untuk menjawab
pertanyaan banyak orang tentang kasus Antasari, dan ditulis hanya untuk
kalangan terbatas tapi beredar  luas di publik. 
Abdullah juga menyatakan bahwa  Antasari (saat ini) digunakan
untuk meraup suara untuk memenangkan Ahok (dalam Pilkada DKI Jakarta),
tapi di kubu Anies ada Chandra dan Bambang, dua mantan komisioner KPK
yang lebih berprestasi di KPK dibandingkan Antasari. 
Baca Ini; Eks Penasehat KPK: ‘Kriminalisasi Antasari Azhar Dirancang Orang Dekat Megawati’
Menurut Hendrawan, pernyataan itu menggambarkan internal KPK tidak solid.
“Ini sepertinya bergeser ke pertarungan internal KPK. Antasari
Azhar adalah ketua KPK, Pak Hehamhua penasihat KPK. Saya kuatir
jangan-jangan internal KPK tidak solid, ada rivalitas dan KPK menjadi
arena kepentingan,” kata dia. 
Oleh karena itu, dirinya tidak ingin berkomentar lebih jauh terkait pernyataan Hehamahua itu.
“Kami menahan diri untuk tidak memberikan komentar, biarlah
aparat hukum yang melakukan investigasi, melakukan penyelidikan,” kata
Ketua DPP PDIP itu. 
Selain itu, tambahnya, “Usai Pilkada, panggung politik penuh
diksi, medsos dipenuhi dengan fitnah, prasangka, praduga,
skenario-skenario yang luar biasa.” 
“Jadi kami lebih baik menahan diri karena akan semakin keruh,
apalagi ini menjadi bagian dari politik emosi dalam kaitan dengan
pilkada. Paling tidak apa yang disampaikan memunculkan pikiran banyak
orang bahwa banyak skenario-skenario yang bertarung. Jadi kita tidak
bisa menilai kebenaran atau ketidakbenaran dari apa yang disampaikan
Hehamahua. Biar ini jadi bahan bagi penegak hukum,” Tanasnya Hendrawan. (*) 

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya