Pelaku Akui Kerap Dipaksa “Indehoi” Korban Saat Suaminya Pergi Kerja

Berita19 Dilihat
(Ilustrasi)

KEDIRI-JATIM, SriwijayaAktual.com Karyono (36) bersama Neneng (24) istri dan Huda (30)
keponakannya diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Wates, Kabupaten
Kediri, Provinsi Jawa Timur (Jatim). Ketiga warga Dusun Winong, Desa Sidomulyo, Kecamatan Wates itu
diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan Sujarno (50) tetangganya.

Ketiganya
sempat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Wates. Tetapi mereka kemudian
dibawa ke Polres Kediri. Suami-istri dengan keponakannya ini dibawa
petugas beserta sejumlah alat bukti berupa, batang kayu, bambu, besi dan
juga skop.

Sesaat sebelum dibawa, Neneng, salah satu pelaku
mengakui, bahwa motiv pembunuhan itu karena dia merasa sakit hati
terhadap korban. Dia sering dilecehkan oleh korban sewaktu ditinggal
suaminya bekerja sebagai sopir truk di Surabaya.

“Dia (korban)
sering masuk ke kamar saya melalui jendela sewaktu suami saya pergi.
Biasanya, dia masuk pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB. Dia
mencongkel jendela lalu mengancam akan membunuh anak saya,” aku Neneng
di dalam mobil, Selasa (31/1/2017).

Saat berada di dalam kamar
pelaku, korban memaksa indehoi’an atau supaya dilayani nafsu bejatnya. Apabila pelaku
menolak, maka korban tidak segan-segan untuk membunuh anaknya masih
berusia 6 tahun. Dalam kondisi terdesak, akhirnya pelaku menurut
permintaan korban.

Sudah tidak tahan dengan perbuatan korban,
akhirnya pelaku menceritakan kejadian itu kepada suaminya Karyono. Tentu
saja, sang suami naik pitam. Akhirnya mereka merencanakan pembunuhan
terhadap korban.

Karyono mengajak Huda, keponakannya dan beberapa
orang kerabat untuk menjebak korban. Karyono berpura-pura keluar rumah.
Sementara Huda menemani Neneng istrinya di rumahnya.

Senin
(30/1/2017) sekitar pukul 00.30 WIB korban kembali mendatangi Neneng
yang tinggal di depan rumahnya. Seperti sebelumnya, Jarno masuk melalui
jendela kamar pelaku. Korban mencongkel jendela dari luar kemudian
melompat ke dalam.

Sialnya, korban tidak mendapati Neneng. Dia
kemudian mencari di ruang tamu rumah. Seketika itu, Karyono langsung
menyerangnya. Para pelaku yang ditengarai berjumlah belasan orang
memukuli korban beramai-ramai.

Korban akhirnya melarikan diri
dari rumah pelaku. Dia langsung masuk ke rumahnya dan mengunci pintu.
Dalam kondisi terluka parah, korban akhirnya tersungkur ke lantai kamar.

Sunarsih,
istri korban yang melihat suaminya berlumuran darah merasa ketakutan.
Dia langsung berlari ke rumah Kepala Dusun Winong Legiono untuk meminta
bantuan. Tetapi saat perangkat desa datang bersama aparat kepolisian,
korban sudah meninggal dunia. Korban tewas karena kehabisan darah.

Saat
ini polisi masih mendalami penyelidikan untuk mengungkap keterlibatan
pelaku lainnya dalam pengeroyokan maut itu. Polisi juga terus memeriksa
para pelaku untuk mengetahui ada dan tidaknya unsur perencana pembunuhan
itu serta motiv sebenarnya. (*)

Sumber, Beritajatim

Komentar