oleh

‘Pemimpin di Dunia yang Jenazahnya Diawetkan’

SriwijayaAktual.com – Kematian selalu jadi hal yang menyedihkan. Soalnya, kematian adalah
perpisahan abadi. Selamanya, kita enggak bisa lagi ketemu orang yang
udah meninggal. Jasad mereka dikebumikan atau dikremasi sehingga enggak
ada lagi wujudnya di hadapan kita. Yang tertinggal hanya potretnya
semasa hidup dan kenangan masa lalu yang sukar dilupakan.
Nyatanya, ada juga yang mengawetkan jasad-jasad orang yang udah
meninggal. Biasanya, orang-orang yang jasadnya diawetkan ini adalah
sosok-sosok yang disegani. Bisa jadi mereka sangat berjasa, dihormati,
atau ditakuti semasa hidupnya. Tubuh yang terbujur kaku sengaja
diawetkan supaya bisa terus dikenang. Bahkan, kita bisa ngelihatnya dari
balik kaca transparan. Hal tersebut juga dijadikan generasi-generasi
yang akan datang sebagai kenangan agar perjuangan yang udah dilakuin
semasa hidup bisa berpengaruh.
Kali ini, Sriwijaya Aktual bakal ngasih tahu sosok-sosok pemimpin dunia yang jenazahnya diawetkan, dilansir dari Natgeo Indonesia. Yuk, simak!
1. Kim Il Sung
Foto/Istimewa

Kim Il Sung dikenal sebagai seorang politikus berhaluan komunis yang
memimpin Korea Utara sejak 1948 hingga hari kematiannya. Kim juga
disebut sebagai “Pemimpin Besar” dan menurut Konstitusi Korea Utara, dia
adalah presiden abadi negara tersebut. Bahkan, hari ulang tahunnya
merupakan salah satu hari libur di Korea Utara.
Kim Il Sung wafat
di usia 82 tahun akibat serangan jantung. Kematian sang diktator komunis
tersebut menyebabkan rasa kehilangan besar bagi rakyat Korea Utara.
Makanya, supaya sosoknya bisa selalu diingat, jasad Kim dibalsem alias
diawetkan. Tubuhnya pun disemayamkan di dalam sebuah peti kaca yang
disimpan di Istana Matahari Kumsusan di Pyongyang.
2. Vladimir Lenin

Siapa yang enggak kenal dengan Lenin? Saking terkenalnya, Lenin
diceritakan di dalam buku sejarah anak-anak sekolah di seluruh dunia.
Vladimir Ilyich Lenin adalah politikus dan pemimpin terkenal dari Uni
Soviet pada 1917. Dia meninggal karena terserang stroke beberapa kali
setelah ditembak musuh politiknya, Fanny Kaplan. Akhirnya, 21 Januari
1924 menjadi hari berkabung nasional bagi Uni Soviet karena wafatnya
Lenin.
Sebenarnya, sebelum meninggal, Lenin ngasih wasiat buat
dimakamin bersebalahan dengan makam nyokapnya. Namun, sang diktator
Joseph Stalin ingin para warganya bisa berziarah dan ngelihat jasad
Lenin. Makanya, pemerintah Uni Soviet memutuskan buat enggak ngubur dan
malah ngawetin jasadnya. Jasad Lenin disemayamkan dalam peti kaca di
Mausoleum Lenin, Moskow. Meski sosok Lenin dikenal kejam, hingga kini,
masih banyak orang mengunjungi jasad Lenin di pemakaman itu.
3. Evita Peron

Evita Peron merupakan ibu negara Argentina yang dikenal sangat dekat
dengan rakyatnya. Evita meninggal karena mengidap kanker pada 26 Juli
1952. Hal itu tentu bikin seluruh rakyat Argentina ngerasa kehilangan.
Kemudian, mereka pun meminta agar jasad istri dari Presiden Juan Peron
ini diawetkan agar bisa terus dikenang dan diziarahi sepanjang masa.
Selama
dua tahun lebih, rakyatnya selalu memberikan salam penghormatan kepada
jasad Evita. Sayangnya, pada April 1955, terjadi kudeta di Argentina
yang menggulingkan pemerintahan Peron. Sedihnya, mereka juga merampas
jenazah Evita. Lalu, 16 tahun kemudian, jenazah Evita berhasil ditemukan
kembali dalam kondisi yang buruk. Juan pun meninggal dan pemerintahan
digantikan oleh Isabel Peron pada 1974. Kemudian, oleh Isabel Peron,
jenazah Juan dan Evita dikuburkan secara layak di pemakaman keluarga La
Recoleta.

4. Mao Zedong

Selain Lenin, Mao Zedong juga dikenal sebagai pemimpin berpengaruh di
dunia. Jasanya terukir di sejarah dunia. Mao Zedong bisa dibilang
sebagai tokoh paling penting dalam terjadinya revolusi di Tiongkok. Sang
pendiri Republik Rakyat Tiongkok ini telah menggulingkan Kaisar
Tiongkok yang terakhir, Xuantong.
Mao Zedong meninggal pada 9
September 1976. Jasadnya kemudian diawetkan dan ditempatkan di peti kaca
di Mausoleum Mao Zedong yang terletak di salah satu sisi Lapangan
Tiananmen, Beijing, Tiongkok. Padahal, Mao pernah berwasiat, dia ingin
dikremasi. Mao juga menjadi salah satu dari pejabat tinggi Tiongkok
pertama yang membuat aturan, “Semua pemimpin pusat di Tiongkok dikremasi
setelah meninggal,” pada November 1956.
5. Ferdinand Marcos

Ferdinand Marcos dikenal sebagai pemimpin diktator Filipina. Marcos
berkuasa lebih dari 26 tahun sebagai Presiden Filipina. Saking lamanya
dia menjabat, banyak orang yang sering menghubungkan kemiripan gaya
kemimpinannya dengan sosok Soeharto di Indonesia. Saat terjadi revolusi,
pemerintahan Marcos berhasil digulingkan. Marcos dan istrinya
menyelamatkan diri ke Honolulu, Hawaii. Setelah tiga tahun bersembunyi
di Hawaii, Marcos meninggal karena penyakit ginjal, jantung, dan
paru-paru. Jasadnya pun diawetkan oleh sang istri.
Karena sedang
masalah melarikan diri dari Filipina, sang istri, Imelda Marcos,
memperjuangkan agar pemerintah Filipina mengizinkan suaminya dimakamin
di taman makam kepresidenan. Sayangnya, keinginannya gagal tercapai.
Akhirnya, jasad Marcos diawetkan dan ditaruh di ruang bawah tanah yang
didinginkan dalam pemakaman pribadi Byodo-In di Pulau Oahu, barat daya
Filipina, pada 1996 hingga kini.
6. Joseph Stalin

Setelah kepergian Lenin, pemerintahan Uni Soviet dipimpin oleh Joseph
Stalin. Kabarnya, kematian Stalin menyimpan banyak misteri. Ada yang
mengatakan dia diracun, ada juga yang percaya dia meninggal akibat
serangan stroke. Kemudian, empat hari setelah kematiannya, jenazah
Joseph Stalin diawetkan dan diletakkan di samping jenazah Vladimir Lenin
di dalam Mausoleum Lenin.
Setelah itu, pemerintah Soviet
memerintahkan agar jasad Stalin dipindahkan dari Mausoleum Lenin dan
dikubur di Tembok Kremlin. Hal ini terjadi pada masa De-Stalinisasi oleh
penerusnya saat itu, Nikita Krushcev. Ini adalah masa-masa
menghilangkan pengaruh Stalin dari perpolitikan di Soviet. Enggak cuma
mindahin jasad Stalin, Nikita juga ngubah hal-hal yang berbau Stalin,
kayak mengganti nama kota Stalinabad menjadi Dushanbe dan Stalingrad
menjadi Volgograd.
7. Hugo Chavez

Presiden Venezuela, Hugo Chavez, meninggal pada 5 Maret 2013 setelah
berjuang mengatasi penyakit kanker yang menjangkitnya selama dua tahun.
Pengabdiannya yang begitu besar kepada tanah airnya, membuatnya sangat
dikagumi oleh rakyat Venezuela. Makanya, kepergiannya menjadi hari
berkabung Venezuela.
Jasad Chavez dibalsem dan dipamerkan di dalam
gelas kaca dalam Museum Revolusi yang tempatnya enggak jauh dari Istana
Kepresidenan Miraflores. Tujuannya, jasad “Comandante President”
tersebut selalu terbuka setiap waktu pada rakyatnya, kayak Lenin dan Mao
Zedong. Setelah diawetkan, jasad Chavez dimasukkan dalam peti kristal
di Museum Revolusi.
***
Sejumlah
pemimpin negara diabadikan jenazahnya karena rakyat seolah enggak ingin
kehilangan pemimpinnya. Dengan demikian, rakyat bisa selalu mengenang
jasa-jasa mereka semasa hidupnya. Soalnya, bagaimanapun, sosok-sosok ini
udah ngukir sejarah yang jadi identitas buat negara mereka. 
*Nah, kalau lo suatu ketika jadi pemimpin sebuah negara, lo mau jasad lo
diapain supaya rakyat tetap bisa mengenang jasa-jasa lo buat mereka?  (***)

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya