oleh

Pengamat Kebijakan Publik BMW ini, Tantang Kapolri Jenderal Tito Karnavian Buktikan Konsistensinya

Amir Hamzah (Net)

JAKARTA, SriwijayaAktual.com
– Pengamat Kebijakan Publik Budgeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah
menantang Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk membuktikan konsistensinya akan
menindak siapapun yang menggunakan isu SARA dalam Pilkada 2017.
Menurutnya,
kali ini Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), secara
serampangan menyebut ayat suci Al-Qur’an digunakan untuk membodohi umat Islam,
saat berdialog dengan warga Kepulauan Seribu, pekan lalu.
“Kapolri
harus konsisten dengan pernyataannya soal SARA. Ahok harus ditindak tegas.
Sekarang pertanyaannya, apakah berani Kapolri tindak Ahok,” kata Amir saat
dihubungi, seperti dilansir TeropongSenayan, Jakarta, Minggu (9/10/2016).
Amir mengaku
khawatir, apabila masalah ini dianggap sepele oleh Kapolri, maka pengadilan
jalanan yang akan menghukum Ahok.
Amir juga
menyinggung Tito yang sebelumnya mengangkat dan membesar-besarkan isu SARA agar
agar umat di negeri ini tidak memakainya sebagai dasar bertindak.
Seakan-akan
SARA, dianggap virus yang jahat dan Iblis yang terkutuk. Sedangkan gantinya‎
adalah demokrasi dan kebebasan.
Lebih jauh,
Amir menjelaskan, Ahok selama ini juga kerap kali mencibir isu SARA sebagai
primordial, sektarian dan segala yang buruk.‎ Tetapi, justru Ahok pula yang
melempar isu SARA sehingga menyulut amarah umat Islam.
“Ahok
mau bilang, ‘‎umat Islam jangan mau dibodohi dengan menjadikan ayat suci
Al-Quran sebagai dasar tindakan, khususnya dalam politik (Pilkada DKI) nanti.
‎Ahok tahu, bahwa dalam SARA itu termasuk agama Islam, syariah Islam,
Al-Qur’an, Allah SWT dan Rasulullah SAW,” ‎jelas Amir.
Menurut
Amir, penyataan tersebut lantaran Ahok sadar betul bahwa dia pasti habis bila
rakyat Jakarta memilih gubernur atas dasar agama dan ayat suci Al-Qur’an.
“Karenanya,
bagi Ahok itu harus sedini mungkin dicegah, dengan berkedok demokrasi, anti
SARA, jangan bawa-bawa agama dan seterusnya,” beber AmiR.
“Muslim
memilih pemimpin muslim adalah demokratis sekaligus agamis. ‎Muslim tidak
memilih Ahok juga demokratis sekaligus agamis. ‎Jadi, tidak ada yang dinodai
dalam berdemokrasi. ‎Apa salahnya umat Islam mendasari pilihannya dengan agama
dan kitab suci yang diyakininya?,” ujar Amir.‎
“Ingat,
menjadikan Islam sebagai dasar berdemokrasi dan memilih pemimpin sungguh
dibenarkan oleh prinsip demokrasi itu sendiri, dan juga dilindungi oleh UU dan
konstitusi, bahwa setiap warga ,” tegas dia.
Amir
menegaskan, bahwa Negara menjamin setiap warga negara memeluk agama dan
beribadat menurut agama dan kepercayaannya masing-masing.‎
Selain itu,
kebebasan beragama serta berkeyakinan juga merupakan salah satu hak asasi
manusia yang bersifat mutlak.
Hal itu
tertuang dalam Pasal 28E ayat (1) yang menyatakan, ‘Setiap orang bebas memeluk
agama dan beribadat menurut agamanya….” dan Pasal 28E ayat (2) berbunyi,
“Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan
pikiran, dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya’.
Selain itu,
kebebasan beragama juga diatur dalam Pasal 29 ayat (2) bahwa, “Negara
menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing
dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu’.
“Nah,
sekarang pertanyaannya, kok Ahok berani-beraninya bilang umat Islam ‘dibodohi’
dengan surat Almaidah ayat 51?. Jangan mentang-mentang dekat dengan Jokowi,
lantas ngomong seenaknya,” pesan Amir.
Baca Juga Ini;  waAW … Pengunggah Video Ahok Kutip (Q.S) Al Maidah Ayat 51 Diteror ….
Sekadar
diketahui, Jumat (23/9/2016) lalu, Kapolri berharap Pilkada dapat berjalan
lancar. Dia mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk tidak menggunakan isu
SARA.
“Jangan
gunakan cara-cara menghalalkan segala cara ya termasuk kekerasan dan lain-lain.
Tidak perlu juga ada isu-isu yang black campaign seperti masalah suku, agama,
ras, kita semua sama,” ujar Tito.
Menurut
Tito, proses demokrasi dalam Pilkada DKI 2017, harus lebih mengedepankan kepada
program kerja para kandidat calonnya tersebut.
“Tolong
masalah isu-isu yang sensitif enggak usah diangkat. Lebih baik lihat calon
berdasarkan kinerja,” cetus Tito.
Baca Ini Juga; Yusril Tegaskan !!!, Bareskrim Wajib Terima Laporan Masyarakat Terkait Dugaan Tindak Pidana Penistaan Agama 
Umat Islam Sumsel MENGGUGAT; Tidak Ada Maaf Lagi Untuk mu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok 
Sejak Rabu
(5/10/2016), publik dihebohkan dengan beredarnya video youtube berjudul ‘Ahok:
Anda Dibohongi Al-Quran Surat Al-Maidah 51’.
Dalam video
tersebut, Ahok terlihat mengatakan, “Bapak Ibu ndak Bisa memilih Saya.
dibohongi pake surah Al-Maidah 51 dan macem-macem itu. Itu hak bapak ibu. Ya,
jika Bapak Ibu perasaan tidak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka,
dibodohin gitu ya, ya enggak apa-apa?Karena inikan panggilan pribadi
bapak-ibu.Program ini jalan saja. Jadi, bapak ibu tak usah merasa enggak enak
dalam nuraninya enggak bisa memilih Ahok.” (*
)

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya