oleh

Penghentian Ekspor Bijih Nikel Tak Cuma Bikin Rugi Negara, Tapi Juga Memenangkan China

-Berita-24 views
loading...

JAKARTA, SriwijayaAktual.com –  Larangan ekspor bijih nikel
yang dipercepat Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut
Binsar Panjaitan dianggap sudah menciderai kedaulatan Indonesia.

Bahkan menurut pakar ekonomi, Ichsanuddin Noorsy, larangan tersebut
secara tidak sadar telah membantu China memenangkan persaingan mobil
dunia.

Sejauh ini, Jepang, Jerman dan China adalah tiga negara yang bersaing
tajam di industri mobil. Mereka bersaing dalam menghimpun nikel sebagai
bahan baku baterai mobil.

“China sudah menerapkan electric vehicle-nya pada 2025 itu 35 persen,
itu berarti harus segera membutuhkan baterai. Kalau dia mau baterai
litium, dia butuh nikel sesegera mungkin. Artinya ini sedang menolong
China memenangkan persaingan antara Jepang dan Jerman,” kata Ichsanuddin
kepada wartawan, Kamis (28/11/2019).

Di tengah persaingan tidak sehat antar negara dan antar koorporasi saat
ini, jelasnya, hanya negara yang dieksplorasi sumber daya alamnya secara
mentah yang selalu merugi. Dalam hal perebutan bijih mentah nikel ini,
Indonesia merugi apabila mengekspor ke China.

“Sekarang pertanyaan, kenapa Luhut bisa mengeluarkan kebijakan seperti
tadi? Ada kepentingan-kepentingan tertentu untuk mengokohkan keberadaan
China di panggung internasional,” ujar Ichsanuddin.

Kebijakan itu juga membuat lesu penambang nikel. Penambang yang punya
berkalori rendah di bawah sebelas persen pasti tidak mau membangun
smelter dan mengelola nikel mentah. Pada akhirnya, bijih mentah nikel
dengan kisaran kalori sebelas persen dijual murah, padahal masih bisa
dikelola sebagai litium yang baik.

Perubahan larangan ekspor ini juga membuktikan inkonsisten pemerintah.
Sebab, penambang yang sudah membangun smelter dengan modal besar harus
merugi sebelum produksi terjadi. Hal inilah yang membuat iklim investasi
Tanah Air tak memiliki kepastian.

“Walaupun anda buka pintu lebar-lebar buat investor, ketika kebijakannya
tidak konsisten, anda dibilang sebagai negara yang sulit dipercaya,”
tutupnya.

Awalnya, pemerintah bakal melarang ekspor bijih nikel hingga tahun 2022
dalam rangka pembangunan smelter dan peningkatan kualitas nikel
Indonesia. Namun larangan itu dipercepat hingga 1 Januari 2020, dan
kemudian dipercepat kembali tahun ini. [rmol]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed