oleh

Peringatan HKN Ke 55 Tahun 2019 di Prov.Sumsel

-Berita-14 views
loading...
Kolase/Foto/ist: Situasi Dilokasi Peringatan HKN 2019 Prov.Sumsel dihalaman RSUD Siti Fatimah Palembang,  Selasa (19/11/2019).

PALEMBANG-SUMSEL, SriwijayaAktual.com – Peringatakan  Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 Tahun 2019 tingkat
Provinsi Sumsel yang dipusatkan dihalaman RSUD Siti Fatimah Palembang, 
Kota Palembang, Selasa (19/11/2019). 
Tampak HKN ke-55 Taun 2019 tersebut dihadiri:  Gubernur Sumsel H Herman Deru, Kepala Dinas Kesehatan
Sumsel Hj Lesty Nuraini APT MKES, Walikota Palembang H Harnojoyo,
Pangdam ll Sriwijaya Mayjen TNI  Irwan, Plt Dirut RSUD Fatimah  Dr Asep Zainuddin SP PK, dan diikuti ratusan orang yang terdiri dari perwakilan Kapolda Sumsel, Perwakilan DPR Prov.Sumsel dan DPRD Kota Palembang, jajaran SKPD-FKPD Prov.Sumsel, Bupati/Walikota se-Sumsel atau perwakilanya, Kepala Rumah Sakit se-Sumsel,  Puskesmas se-Sumsel dan perwakilan Perguruan Tinggi di Sumsel di Kota Palembang.  
Gubernur Sumsel H.Herman Deru pada saat
 melauncing Alat Kateterisasi Jantung dalam rangkaian Peringatakan  Hari
Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 Tahun 2019 tingkat Provinsi Sumsel yang
dipusatkan dihalaman RSUD Siti Fatimah Palembang,  mengatakan  peralatan penyakit jantung yang ada di RSUD Fatimah diharapkan
akan menjadi tujuan pasien jantung untuk berobat di Sumsel. Tidak
seperti selama ini juga berobat jantung harus keluar  Sumsel atau malah
keluar negeri.
“Satu lagi paralatan canggih  untuk
pelayanan di Rumah Sakit Siti Fatimah, alat ini tidak semua rumah sakit
di Indonesia memilikinya.  Alat ini paling tidak   dapat  meningkatkan
mutu pelayanan rumah sakit kepada para pengidap penyakit jantung. Saya
 berharap pasien jantung cukup berobat disini saja, hemat transportasi
alat ini tidak kalah canggih dengan rumah sakit besar di luar negeri.
Pesan Saya kepada seluruh jajaran, rawat alat ini jaga kepercayaan dari
masyarakat,”  harapnya.
Sementara itu terkait dengan
Peringatakan  HKN ke-55 Tahun 2019 dengan  tema “Generasi Sehat Sumsel
Maju, Indonesia Unggul”,.  Gubernur H.Herrman Deru mengajak seluruh
stakeholder dan seluruh pelayan kesehatan bersinergi mulai dari sanitasi
hingga penguatan layanan kesehatan dengan mengintegrasikan semua
program layanan.
“Tidak cukup hanya Dinkes saja, Saya
berharap Palembang kedepan menjadi tujuan wisata kesehatan atau medical
tourism. Sinergi dengan semua unsur dalam mencegah sakit,” tuturnya.
Herman Deru menegaskan saat ini maraknya
 isu stunting dikalangan anak-anak. Namun lanjut dia ada yang paling
bahaya jika dibanding dengan stunting fisik, yakni stunting otak, yang
disebabkan oleh kurangnya pemenuhan gizi.  
Untuk itu dia mengingatkan
kalangan ibu rumah tangga untuk memberikan asupan makan dan gizi terbaik
bagi anak-anaknya
“Siapa yang paling punya peran terhadap
stunting ini, ialah kalangan para ibu.  Dominan waktu itu ada di ibu-ibu
dalam pengasuhan anak-anak,”Terangnya.
Sementara itu, Plt Dirut RSUD Fatimah Palembang dr Asep Zainuddin SP PK mengatakan  Terkait masalah pelayanan kita mewarnai Hari Kesehatan
Nasional sesuai dengan masukan dari Gubernur kita harus meningkatkan
kualitas terutama SDM, untuk alat alat medis kita harus lebih canggih
dan kewajiban kita untuk pemeliharaannya dan kemanfaatannya”.Katanya
RS Fatimah tersebut telah memiliki keunggulan dalam pelayanan jantung terpadu, pemasangan ring dan medical check up.
“Selama ini kan masih banyak masyarakat Sumsel keluar
negeri hanya untuk pelayan itu saja, padahal  kualitas kita juga diatas
mereka baik dari segi Alat dan SDM,” tuturnya.
Dalam rangka peringati HKN ke 55 tahun ini, ia berharap
kedepan konsep medical tourism akan direalisasikan sehingga pasien bisa
rileks atau nyaman terhadap pelayanan rumah sakit tersebut.
“Dengan demikian orang melihat rumah sakit itu tidak mengerikan dan menakutkan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Provinsi Sumsel
Dra. Lesty Nurainy Apt.,M.Kes. dalam laporannya menyebut  Revitalisasi
Posyandu untuk mencegah Stunting Upaya Kesehatan Bersumber Daya
Masyarakat (UKBM) biasa dikenal dalam bentuk Posyandu, yang
menyelenggarakan minimal lima program prioritas yaitu kesehatan ibu dan
anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, imunisasi, dan penanggulangan
diare.
“Di Provinsi Sumsel ada sebanyak 6.559
Posyandu Aktif, dengan jumlah Kader sebanyak 32.700 kader. Pelayanan
kesehatan perlu dilakukan penguatan dengan cara meningkatkan akses
pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas dan meningkatkan akses
pelayanan kesehatan rujukan yang berkualitas,” terangnya.
Lesty menyebut Akreditasi Fasilitas
Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), hingga Oktober 2019 dari 342 Puskemas
Prov Sumatera Selatan , sebanyak 334 Puskemas telah terakreditasi dan
sisanya dalam proses akreditasi.
“Akreditasi Rumah Sakit, di tahun 2019
dari 78 Rumah Sakit yang ada di Provinsi Sumsel, 63 Rumah Sakit telah
terakreditasi oleh KARS,” tandasnya. [andre/red]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed