oleh

Perkara Kapal China Masuk Natuna Hanya Pengalihan Isu Rencana Bailout Jiwasraya?

loading...

Pengamat
Ekonomi Curiga, Perkara Kapal China Hanya Pengalihan Isu Rencana Bailout
Jiwasraya

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Masuknya kapal-kapal
ikan dan Coast Guard pemerintah Komunis China ke dalam Zona Eksklusif Ekonomi
(ZEE) Indonesia di perairan Natuna Utara yang heboh diberitakan dikhawatirkan
hanya sebatas pengalihan isu semata.
Sebab, pemerintah
Indonesia saat ini tengah dihadapkan dengan persoalan besar soal carut-marutnya
lembaga asuransi.
“Saya curiga ini ada
gerakan pengalihan isu dalam negeri soal rencana bailout Jiwasraya, Bumiputera
dan berbagai perusahaan asuransi dalam negeri,” ucap Pengamat Ekonomi,
Salamudin Daeng pada awak media. Sabtu, (04/1/2020).
Ia menjabarkan,
persoalan asuransi sangat serius lantaran awal tahun 2020 ini ada kemungkinan
terjadinya crash di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) mengingat
banyaknya utang dalam mata uang asing yang harus dibayar oleh pemerintah.
Sementara, beban
utang dalam negeri tak mungkin ditunda. Selain ada dana masyarakat, terdapat
pula dana perusahaan asuransi, dana pensiun, dan Jamsostek yang juga sangat
besar dipinjam Menkeu.
“Akhir 2019 telah
memperlihatkan carut-marut APBN. Di antaranya adalah tidak terpenuhinya target
penerimaan pajak dalam jumlah signifikan dan pada saat yang sama, defisit APBN
tidak tertutupi,” lugasnya.
Hal ini akan
berdampak besar kepada kemampuan bayar APBN terhadap simpanan dana haji,
Jamsostek, taspen, ASABRI, dan dana dana perusahaan asuransi seperti Jiwasraya
dan asuransi swasta lainnya. APBN juga terancam gagal bayar terkait pinjaman
dana pada bank-bank, seperti bank Muamalat dan lain-lain.
“Jika pemerintah
gagal bayar utang kepada asuransi dan kepada bank, maka keuangan perbankkan
nasional terancam bangkrut. Sedangkan isu laut China Selatan bisa menjadi pintu
keluar atas masalah ekonomi, keuangan perusahaan negara dan swasta. Tampaknya
ini dapat dimanfaatkan bagi pengalihan isu di dalam,” terangnya.
“Jika isu laut China
Selatan terus berkembang menjadi pengumuman keadaan darurat, maka banyak
masalah dalam negeri yang bisa ditelan bumi. Dengan demikian, isu laut China
Selatan ini bisa dimanfaatkan untuk meraih dukungan solidaritas masyarakat,”
tambahnya. [abadikini]
Lihat juga video dibawah ini; 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed