Pasang Iklan Murah disini
Berita  

‘Polisi Diserang Teroris, TNI Turun Gunung’ SIAP!!!

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Sembilan hari sudah Densus 88 antiteror bekerja menanggulangi rentetan
aksi teror sejak rusuh di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok. Di tengah
perjalanan itu, Polri menggandeng Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI dalam penggerebekan dan penangkapan pelaku teror.

“Kopassus
sudah ikut masuk. Pak Kapolri sampaikan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen
Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2018).

Setyo menjelaskan Kopassus ikut membantu Polri dalam operasi penangkapan
dan penggerebekan. Satuan Polri yang bersentuhan langsung dengan
Kopassus adalah Brimob.

Selain itu, TNI juga tangah menyiapkan
satuan khusus lainnya untuk menangani masalah terorisme. TNI membentuk
Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab). Komando operasi ini sudah
direstui oleh Prisiden Joko Widodo.

“Untuk komando operasi
khusus gabungan TNI, sudah direstui oleh presiden dan diresmikan kembali
oleh Panglima TNI,” Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks
Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (16/5/2018).

Berita Terkait: Pemerintah Berencana akan Hidupkan Lagi Komando Operasi Khusus Antiteror!!

Moeldoko menjelaskan, pembentukan Koopssusgab tidak perlu menunggu RUU
Terorisme disahkan.Di dalamnya terdapat pasukan khusus darat, laut, dan
udara yang terpilih.

“Bisa untuk operasi perang dan operasi
selain perang. Intinya siap serahkan pada aparat keamanan, kita siap
mengahadapi situasi apapun. Masyarakat nggak perlu resah. Sekali lagi
percayakan pada kami,” ujar Moeldoko.

Baca Juga: – Tiga Gereja Meledak di Surabaya di Bom, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh Kritik ‘Pedas’ Kinerja BIN!!, kok Bisa???

                  –  Voting; Menurut Anda Diantara Institusi ini ‘POLISI & TNI’ Mana Yang Lebih Mampu Berantas Teroris?, Hasilnya Telak Mencengangkan!!

    –  Video – Ngeri!!! Tetapi Salut dan Bangga, Lihat nih Aksi Hijaber Cantik Kopassus Patahkan Besi Hanya Dengan Koran dan Telunjuk Jari Tangan

Kerusuhan di Mako Brimob terjadi pada Selasa (8/5). Setelah itu, terjadi
beberapa peristiwa berkaitan dengan tindak pidana terorisme susulan.
Pada Minggu (13/5) pagi, terjadi serangan bom bunuh diri di tiga gereja
di Surabaya, disusul bom meledak di rusunawa di Sidoarja, hingga
penyerangan ke Mapolda Riau hari ini.
Spesial Untuk Mu :  Mendagri Perintahkan Pemda untuk Awasi WNI dari Suriah

Rangkaian penangkapan pun dilakukan aparat seiring rentetan teror itu. Sebanyak 33 orang ditangkap hingga Rabu (16/5) sore.

“33
jumlahnya sampai hari ini,” kata Wakapolri Komjen Syafruddin seusai
pemakaman Iptu Anumerta Auzar di TPU Kelurahan Bambu Kuning, Tenayan
Raya, Pekanbaru, Riau, Rabu (16/5/2018). [***]