oleh

Potensi Wakaf Rp300 Triliun, Wamenag Minta Pengelola Modernisasi Diri

-Berita-18 views
loading...
JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Kementerian Agama mengharapkan para
pengelola wakaf agar mengembangkan diri, dengan pengelolaan aset modern
dan sistem pelaporan yang terdigitalisasi.

Sebab, Indonesia merupakan negara muslim yang memiliki potensi wakaf
luar biasa besar. Namun saat ini masih banyak aset wakaf yang dikelola
oleh nazir  kurang memiliki pengetahuan tentang wakaf produktif serta
teknik-teknik pengelolaan wakaf secara modern.
Nazir adalah pihak yang menerima harta benda wakaf dari wakif, untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya

“Ini semuanya merupakan pekerjaan rumah buat kita karena undang-undang
perwakafan jelas mengamanatkan pengelolaan yang memiliki manfaat
ekonomi, dan sekaligus berkontribusi bagi kepentingan dan kesejahteraan
umum,” kata Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi saat berpidato,
dalam Workshop dan Silaturahmi Pengurus Lembaga Wakaf Ansor (LWA)
se-Indonesia di Jakarta Pusat, Selasa, 26 November 2019.

Menurut dia, saat ini potensi aset wakaf tunai per tahun mencapai lebih
dari Rp300 triliun. Namun menurut data Lembaga Wakaf Majelis Ulama
Indonesia, yang berhasil terealisasi hanya sekitar Rp500 miliar per
tahun.

loading...
Mantan ketua umum IPNU selama tiga periode ini mengingatkan, saat ini
pengelola wakaf harus responsible karena perilaku pemberi wakaf (waqif),
serta penerima manfaat wakaf juga sudah berubah, seiring dengan
pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi.

“Semuanya sudah serba digital, memanfaatkan big data. Kalau lembaga
tidak beradaptasi dengan perubahan tersebut, niscaya tergerus zaman dan
menjadi usang. Jangan lupa bahwa lembaga pengelolaan wakaf sering
menghadapi masalah lemahnya manajemen pengelolaan dan pengembangan
wakaf,” ujarnya.

Dalam Islam, wakaf adalah sistem yang telah terbukti mampu memberikan
kontribusi bagi kemaslahatan publik, kemajuan umat, kebudayaan,
pendidikan, ekonomi, dan sosial.
Wakaf juga telah dipraktikkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW, para
sahabat, dan para pengikutnya, sehingga sudah mengalami perkembangan dan
perubahan yang sangat dinamis, baik terkait jenis wakaf, manajemen
pengelolaannya, maupun peruntukkannya.

Zainut menambahkan, wakaf memiliki potensi besar mensejahterakan
masyarakat dan mengangkat derajat ekonomi, apabila dikelola dengan cara
modern. Sebagai salah satu solusi mengatasi kesenjangan ekonomi, wakaf
saat ini belum tergarap dengan baik sebagaimana zakat. [vivanews]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed