oleh

PPATK Laporkan Kepada Presiden RI, Terhadap Potensi Pajak Yang Belum Ditindaklanjuti

-Berita-184 Dilihat
Ilustrasi

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis
Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf menemui Presiden Joko Widodo membahas
laporan potensi perpajakan. Seusai menemui Presiden, kepada wartawan ia
mengatakan sejumlah laporan PPATK soal kasus pajak belum banyak ditindaklanjuti
oleh pemerintah.

Berdasarkan laporan hasil akhir
(LHA), pada kurun waktu 2014- 2015, mereka sudah menyerahkan 375 laporan hasil
analisis mereka ke pemerintah. Namun baru setengah laporan tersebut yang
ditindaklanjuti.

“Sekarang sudah kita beri
banyak laporan inisiatif kami ada 166 laporan. Kemudian yang disikapi oleh
(Direktorat Jenderal) Pajak separuh, dapat Rp2,1 triliun. Yang lainnya,
progress-nya masih kami tunggu,” kata Yusuf ditemui di kompleks Istana
Kepresidenan, Senin (25/7/2016).

Menurut Yusuf, pihaknya juga
melaporkan kepada Jokowi mengenai total inisiatif pajak yang berjumlah 209
laporan berdasarkan permintaan dari Ditjen Pajak Kementerian Keuangan.
Selain itu, Kepala PPATK juga
menyampaikan undangan kepada Kepala Negara untuk menghadiri KTT Internasional
Anti Pendanaan Terorisme di Denpasar, Bali pada 8-11 Agustus 2016. Dalam KTT
tersebut, sebanyak 23 negara akan hadir dan Presiden Jokowi diharapkan dapat
memberikan pidato dalam acara tersebut.
Yusuf juga menambahkan terkait kemungkinan
isu dana aliran terorisme, pihaknya telah melaporkan hal itu kepada Menko
Polhukam Luhut Binsar Panjaitan dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Disinggung mengenai masalah
perombakan atau reshuffle kabinet, Jusuf enggan berkomentar banyak. Dia hanya
mengatakan akan patuh saja jikalau dipercaya mengemban amanah jabatan.
“Saya ini prajurit, siap
perintah saja,” katanya menanggapi soal isu perombakan kabinet yang
belakangan kembali berembus kencang.(*).
Sumber, Media Indonesia

EPALA
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf
menemui Presiden Joko Widodo membahas laporan potensi perpajakan. Seusai
menemui Presiden, kepada wartawan ia mengatakan sejumlah laporan PPATK
soal kasus pajak belum banyak ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Berdasarkan
laporan hasil akhir (LHA), pada kurun waktu 2014- 2015, mereka sudah
menyerahkan 375 laporan hasil analisis mereka ke pemerintah. Namun baru
setengah laporan tersebut yang ditindaklanjuti.
“Sekarang sudah
kita beri banyak laporan inisiatif kami ada 166 laporan. Kemudian yang
disikapi oleh (Direktorat Jenderal) Pajak separuh, dapat Rp2,1 triliun.
Yang lainnya, progress-nya masih kami tunggu,” kata Yusuf ditemui di
kompleks Istana Kepresidenan, Senin (25/7).
Menurut Yusuf,
pihaknya juga melaporkan kepada Jokowi mengenai total inisiatif pajak
yang berjumlah 209 laporan berdasarkan permintaan dari Ditjen Pajak
Kementerian Keuangan.
Selain itu, Kepala PPATK juga menyampaikan
undangan kepada Kepala Negara untuk menghadiri KTT Internasional Anti
Pendanaan Terorisme di Denpasar, Bali pada 8-11 Agustus 2016. Dalam KTT
tersebut, sebanyak 23 negara akan hadir dan Presiden Jokowi diharapkan
dapat memberikan pidato dalam acara tersebut.
Yusuf juga
menambahkan terkait kemungkinan isu dana aliran terorisme, pihaknya
telah melaporkan hal itu kepada Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan
dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Disinggung mengenai masalah
perombakan atau reshuffle kabinet, Jusuf enggan berkomentar banyak. Dia
hanya mengatakan akan patuh saja jikalau dipercaya mengemban amanah
jabatan.
“Saya ini prajurit, siap perintah saja,” katanya menanggapi soal isu perombakan kabinet yang belakangan kembali berembus kencang
– See more at:
http://mediaindonesia.com/news/read/58068/ppatk-laporkan-potensi-pajak-yang-belum-ditindaklanjuti/2016-07-25#sthash.wHqLwCNR.dpuf
KEPALA
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf
menemui Presiden Joko Widodo membahas laporan potensi perpajakan. Seusai
menemui Presiden, kepada wartawan ia mengatakan sejumlah laporan PPATK
soal kasus pajak belum banyak ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Berdasarkan
laporan hasil akhir (LHA), pada kurun waktu 2014- 2015, mereka sudah
menyerahkan 375 laporan hasil analisis mereka ke pemerintah. Namun baru
setengah laporan tersebut yang ditindaklanjuti.
“Sekarang sudah
kita beri banyak laporan inisiatif kami ada 166 laporan. Kemudian yang
disikapi oleh (Direktorat Jenderal) Pajak separuh, dapat Rp2,1 triliun.
Yang lainnya, progress-nya masih kami tunggu,” kata Yusuf ditemui di
kompleks Istana Kepresidenan, Senin (25/7).
Menurut Yusuf,
pihaknya juga melaporkan kepada Jokowi mengenai total inisiatif pajak
yang berjumlah 209 laporan berdasarkan permintaan dari Ditjen Pajak
Kementerian Keuangan.
Selain itu, Kepala PPATK juga menyampaikan
undangan kepada Kepala Negara untuk menghadiri KTT Internasional Anti
Pendanaan Terorisme di Denpasar, Bali pada 8-11 Agustus 2016. Dalam KTT
tersebut, sebanyak 23 negara akan hadir dan Presiden Jokowi diharapkan
dapat memberikan pidato dalam acara tersebut.
Yusuf juga
menambahkan terkait kemungkinan isu dana aliran terorisme, pihaknya
telah melaporkan hal itu kepada Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan
dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Disinggung mengenai masalah
perombakan atau reshuffle kabinet, Jusuf enggan berkomentar banyak. Dia
hanya mengatakan akan patuh saja jikalau dipercaya mengemban amanah
jabatan.
“Saya ini prajurit, siap perintah saja,” katanya
menanggapi soal isu perombakan kabinet yang belakangan kembali berembus
kencang.
– See more at:
http://mediaindonesia.com/news/read/58068/ppatk-laporkan-potensi-pajak-yang-belum-ditindaklanjuti/2016-07-25#sthash.wHqLwCNR.dpuf
KEPALA
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf
menemui Presiden Joko Widodo membahas laporan potensi perpajakan. Seusai
menemui Presiden, kepada wartawan ia mengatakan sejumlah laporan PPATK
soal kasus pajak belum banyak ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Berdasarkan
laporan hasil akhir (LHA), pada kurun waktu 2014- 2015, mereka sudah
menyerahkan 375 laporan hasil analisis mereka ke pemerintah. Namun baru
setengah laporan tersebut yang ditindaklanjuti.
“Sekarang sudah
kita beri banyak laporan inisiatif kami ada 166 laporan. Kemudian yang
disikapi oleh (Direktorat Jenderal) Pajak separuh, dapat Rp2,1 triliun.
Yang lainnya, progress-nya masih kami tunggu,” kata Yusuf ditemui di
kompleks Istana Kepresidenan, Senin (25/7).
Menurut Yusuf,
pihaknya juga melaporkan kepada Jokowi mengenai total inisiatif pajak
yang berjumlah 209 laporan berdasarkan permintaan dari Ditjen Pajak
Kementerian Keuangan.
Selain itu, Kepala PPATK juga menyampaikan
undangan kepada Kepala Negara untuk menghadiri KTT Internasional Anti
Pendanaan Terorisme di Denpasar, Bali pada 8-11 Agustus 2016. Dalam KTT
tersebut, sebanyak 23 negara akan hadir dan Presiden Jokowi diharapkan
dapat memberikan pidato dalam acara tersebut.
Yusuf juga
menambahkan terkait kemungkinan isu dana aliran terorisme, pihaknya
telah melaporkan hal itu kepada Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan
dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Disinggung mengenai masalah
perombakan atau reshuffle kabinet, Jusuf enggan berkomentar banyak. Dia
hanya mengatakan akan patuh saja jikalau dipercaya mengemban amanah
jabatan.
“Saya ini prajurit, siap perintah saja,” katanya
menanggapi soal isu perombakan kabinet yang belakangan kembali berembus
kencang.
– See more at:
http://mediaindonesia.com/news/read/58068/ppatk-laporkan-potensi-pajak-yang-belum-ditindaklanjuti/2016-07-25#sthash.wHqLwCNR.dpuf
KEPALA
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf
menemui Presiden Joko Widodo membahas laporan potensi perpajakan. Seusai
menemui Presiden, kepada wartawan ia mengatakan sejumlah laporan PPATK
soal kasus pajak belum banyak ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Berdasarkan
laporan hasil akhir (LHA), pada kurun waktu 2014- 2015, mereka sudah
menyerahkan 375 laporan hasil analisis mereka ke pemerintah. Namun baru
setengah laporan tersebut yang ditindaklanjuti.
“Sekarang sudah
kita beri banyak laporan inisiatif kami ada 166 laporan. Kemudian yang
disikapi oleh (Direktorat Jenderal) Pajak separuh, dapat Rp2,1 triliun.
Yang lainnya, progress-nya masih kami tunggu,” kata Yusuf ditemui di
kompleks Istana Kepresidenan, Senin (25/7).
Menurut Yusuf,
pihaknya juga melaporkan kepada Jokowi mengenai total inisiatif pajak
yang berjumlah 209 laporan berdasarkan permintaan dari Ditjen Pajak
Kementerian Keuangan.
Selain itu, Kepala PPATK juga menyampaikan
undangan kepada Kepala Negara untuk menghadiri KTT Internasional Anti
Pendanaan Terorisme di Denpasar, Bali pada 8-11 Agustus 2016. Dalam KTT
tersebut, sebanyak 23 negara akan hadir dan Presiden Jokowi diharapkan
dapat memberikan pidato dalam acara tersebut.
Yusuf juga
menambahkan terkait kemungkinan isu dana aliran terorisme, pihaknya
telah melaporkan hal itu kepada Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan
dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Disinggung mengenai masalah
perombakan atau reshuffle kabinet, Jusuf enggan berkomentar banyak. Dia
hanya mengatakan akan patuh saja jikalau dipercaya mengemban amanah
jabatan.
“Saya ini prajurit, siap perintah saja,” katanya
menanggapi soal isu perombakan kabinet yang belakangan kembali berembus
kencang.
– See more at:
http://mediaindonesia.com/news/read/58068/ppatk-laporkan-potensi-pajak-yang-belum-ditindaklanjuti/2016-07-25#sthash.wHqLwCNR.dpuf

Komentar