Pasang Iklan Murah disini
Berita  

Presiden Jokowi Diprotes Walikota Solo

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (kanan) dan Presiden Joko Widodo [dok/Antara/Ismar Patrizki]

SOLO-JATENG, SriwijayaAktual.com – Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengaku pernah memprotes
langsung pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait banyaknya
lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang banyak menganggur. Kala itu
Jokowi menyebut pengangguran di Indonesia sekitar 35 persennya
merupakan lulusan SMK.
Rudyatmo pun langsung memprotes hal tersebut, sebab menurutnya
banyaknya lulusan SMK yang menganggur tak lepas dari minimnya perhatian
Pemerintah. “Ini saya protes berat, kalau tidak (mau) nganggur negara ya
intervensinya harus jelas. Jadi saya protesnya begini, pak (Jokowi) SMK
nganggur itu karena hasil kerjanya nggak ada yang presisi, karena
alatnya tahun 1937 masih dipakai, jadi kalau suruh bubut itu ujungnya
bagus belakangnya gede,” tutur Rudyatmo disela-sela wisuda perdana
mahasiswa AK-Tekstil Solo, Senin (20/11/2017).

Sebab itu dengan
keberadaan SoloTechno Park, menurutnya, jadi sarana bagi lulusan-lulusan
SMK untuk mendapatkan pelatihan dan pengalaman bekerja di industri.
Sehingga diharapakan selepas mendapat pelatihan di Solo Techno Park,
siswa SMK bisa memiliki kemampuan mumpuni dan berguna untuk pengembagnan
industri.

Dilain sisi, kata Rudyatmo, berdirinya Akademi
Komunikasi Tekstil Solo juga turut mendorong lahirnya tenaga kerja yang
terampil dan berkualitas untuk digunakan di industri tektil Tanah Air.
“STP ini untuk menyemangati teman-teman SMK yang belum dapat kerja agar
training dulu,” katany, dikutip dari republika.co.id.

Baca Juga ini:  ‘Lulusan Pelajar SMK Banyak Yang Nganggur’, Apindo: Lapangan Pekerjaan…

Sebanyak 102 mahasiswa Akademi
Komunitas Tekstil Solo diwisuda pada Senin (20/11/2017). Ini merupakan wisuda
perdana bagi kampus yang berdiri pada 2015 lalu. Diantara mahasiswa
yang diwisuda tersebut, sebanyak 23 mahasiswa dari lulusan program studi
teknik pembuatan benang, 25 mahasiswa dari program studi teknik
pembuatan kain tenun, dan 54 mahasiswa dari program studi tekni
pembuatan industri garmen.
Spesial Untuk Mu :  'Ekor' Kasus Kuli Bangunan Disiksa Polisi, Kapolsek Dicopot, 8 Polisi Dimutasi

Dari 102 wisudawan, sebanyak  37
mahasiswa memperoleh predikat cumlaude, 57 mahasiswa dengan predikat
sangat memuaskan dan delapan mahasiswa dengan predikat memuaskan sedang
hanya satu yang mendapat predikat cukup memuaskan. [*]