oleh

Presiden Jokowi Disebut Gunakan Rp36 Triliun Dana Haji untuk Infrastruktur, FAKTA atau HOAKS?

-Berita-169 Dilihat

SriwijayaAktual.com AKUN media sosial Facebook (FB) atas nama Bagaz
Borienk SilverQueen Caramell membagikan gambar yang bertuliskan lebih
dari Rp36 triliun dana haji digunakan pemerintah untuk membangun
infrastruktur. Postingan yang menampilkan foto Presiden Joko Widodo itu
juga dilengkapi narasi: 
Tercyduk! Lebih Dari 36 TRILIUN Dana Haji Sudah Dipakai Oleh
Pemerintah Berdasarkan laporan Menteri Keuangan, sampai dengan tahun
2016 jumlah dana haji yang dipinjam oleh pemerintah mencapai Rp35,65
triliun. Dana tersebut digunakan oleh Jokowi untuk membiayai pembangunan
infrastruktur.
Hasil penelusuran di media sosial yang dilakukan Adi Syafitrah, salah satu anggota
Indonesian Hoaxes menemukan sejumlah pemberitaan penegasan tidak ada
dana haji yang digunakan untuk membangun infrastruktur di enam media
online nasional.
Dalam pemberitaan di enam media online yang kredibel tersebut, Kepala
Badan Pelaksana Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu
menegaskan bahwa tidak ada penyaluran pengelolaan dana haji untuk
infrastruktur. Hal tersebut untuk menampik anggapan bahwa pemerintah
menggunakan dana haji untuk infrastruktur. 
“Tidak benar, tidak ada satu Rupiah pun dana kelola haji
digunakan untuk infrastruktur,” ujar Anggito di Kantor Kementerian
Agama, Jakarta, Kamis 24 Januari 2019 lalu. 
Anggito menjelaskan, pihaknya memang akan menginvestasikan dana
haji ke beberapa sektor di luar infrastuktur seperti pengadaan katering
dan hotel di Arab Saudi serta kerja sama dengan maskapai penerbangan
untuk pemberangkatan jamaah haji. 
“Investasi langsung mengutamakan terkait jamaah haji bukan di
Indonesia. Menurut saya secara subtansi tidak ada yang dilanggar, kami
berorientasi untuk berinvestasi yang terkait jamaah haji,” jelasnya. 
Jenis investasi lain kata Anggito adalah melakukan pembelian
surat berharga syariah dan obligasi. “Kita beli obligasi, kita beli
syariah berharga, kami tidak melakukan investasi langsung,” tandasnya. 

Dengan klarifikasi di atas yang dibagikan oleh akun medsos lainya seperti diatas tersebut, Adi Syafitrah menyimpulkan bahwa
konten yang dibagikan akun FB Bagaz Borienk SilverQueen Caramell adalah
konten yang menyesatkan. “Dimana pengunaan informasi yang sesat untuk
membingkai sebuah isu atau individu,” tuturnya. 
Adi menambahkan, konten serupa sebelumnya juga pernah disebarkan
pada 2017 dan 2018. Sebagaimana pernah diklarifikasi atau di-debunk di sini. (kha/okz)

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya