oleh

Presiden Jokowi Imbau Warga Tak Utang ke Rentenir: Hati-hati ‘Nggih’

-Berita-14 views
loading...
Foto/Dok: Presiden Joko Widodo
(kiri) bersama Presiden China Xi Jinping (kedua kanan) menyaksikan
penandatanganan perjanjian fasilitasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung oleh
Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan
dan Direktur Utama Bank Pembangunan Nasional China Hu Huaibang, di Gedung Great
Hall of the People, Beijing, China, Minggu (14/5/17). – Antara/Bayu Prasetyo
KENDAL-JATENG, SriwijayaAktual.com – Presiden Joko Widodo
(Jokowi) mengatakan warga di pondok-pondok pesantren bisa memanfaatkan 56 bank
wakaf mikro yang sudah dibangun pemerintah. Jokowi juga mengingatkan agar warga
tidak mengajukan utang ke rentenir untuk membesarkan usaha.
“Jangan sampai
pinjamnya ke rentenir. Hati-hati. Hati-hati nggih. Setop. Sekarang sudah ada
bank wakaf mikro,” tutur Jokowi saat meluncurkan Bank Wakaf Mikro Apik
Kaliwungu dan Al Fadlu Kendal di Pondok Pesantren APIK, dikutip dari
setkab.go.id Senin (30/12/2019).
Menurut Jokowi, 56
bank wakaf mikro yang ada telah menjangkau 25 ribu usaha mikro, usaha kecil,
dengan bantuan pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp34 miliar.
“Tadi, pak
Ketua OJK (Otoritas Jasa Keuangan) juga sudah menyampaikan, sudah disiapkan
lagi kurang lebih 50 bank wakaf mikro yang akan dibuka, dibuka, dibuka, dibuka
lagi. Ini patut kita syukuri. Alhamdulilah,” terangJokowi.
Ia menjelaskan bank
wakaf mikro tidak menggunakan agunan atau jaminan. Maklum, nilai pembiayaan
yang disalurkan ke nasabah berkisar Rp1 juta-Rp5 juta.
“Ini
kepercayaan karena pemerintah berusaha untuk membuka sebanyak-banyaknya bank
wakaf mikro agar ada akses keuangan. Gampang mencari modal dari usaha-usaha
mikro kita untuk lingkungan pondok pesantren. Karena bank wakaf mikro
dikhususkan untuk segmen usaha kecil dan mikro,” jelasnya.
Namun, Jokowi
mengingatkan warga yang memanfaatkan pembiayaan bank wakaf mikro untuk
menggunakan dana tersebut sebagai modal usaha atau modal kerja. Bukan untuk
kegiatan konsumtif.
“Jangan sampai
nanti dapat Rp2 juta, jalan-jalan ke mal lagi. Kok ada baju baru, ingin beli
baju Rp300 ribu. Jalan-jalan lagi. Aduh, kok ada ini, sama ini, beli lagi Rp200
ribu, Rp500 ribu. Apa yang terjadi? Suatu titik pasti akan kesulitan mengangsur
bantuan pinjaman itu,” imbuh Jokowi. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed