oleh

Presiden RI Jokowi Tetapkan 1 Juni Sebagai Hari Lahir Pancasila, MS Kaban: Itu Kekeliruan Sejarah

-Berita-163 Dilihat
MS. Kaban

JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Memaksakan 1 Juni 1945 sebagai hari lahir Pancasila bertentangan dengan pidato dan pandangan Bung Karno sendiri.
Penegasan itu disampaian mantan Menteri Kehutanan MS Kaban, menyikapi
penetapan 1 Juni 1945 sebagai hari lahir Pancasila oleh Presiden Jokow
Widodo.
“Memaksakan 1 Juni 45 sebagai hari lahir Pancasila bertentangan
dengan pidato dan pandangan Bung Karno sendiri. Hayo buka dokumen
sejarah,” kata MS Kaban melalui rilisnya yang diterima redaksi, seperti yang dilansir abadikini,  Minggu (23/1/2017).
Baca Juga; MS Kaban Tegaskan !!! Supaya Pihak Anti Islam Untuk Tidak Memusuhi Habib Rizieq Sihab
Ketua Majelis Syura Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (DPP
PBB) itu menyatakan penetapan hari kelahiran Pancasila jangan dipaksakan
karena akan memunculkan konflik yang berkepanjangan.
“Keluarga Bung Karno dan Presiden Jokowi yang menyatakan kelahiran
Pancasila 1 Juni 45 adalah kekeliruan sejarah dan itu pasti mengundang
konflik,” ujar MS Kaban.
Menurut Kaban, keluarga Bung Karno sebagai proklamator dan Presiden
Jokowi harus membuka dan memahami sejarah. Jangan sampai dipaksakan
kepada rakyat Indonesia untuk menyebut 1 Juni 1945 sebagai hari lahirnya
simbol Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.
“Memaksakan 1 juni 45 sebagai hari lahir Pancasila bertentangan
dengan pidato dan pandangan Bung Karno sendiri. Hayo buka dokumen
sejarah,” tegas MS Kaban.
Baca Juga Ini; Sekjen PBB Minta Sukmawati Belajar Lagi Sejarah NKRI
Untuk diketahui, Presiden Jokowi telah menetapkan 1 Juni sebagai Hari
Lahir Pancasila. Selain itu, setiap tanggal tersebut diliburkan.
Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres).
Keppres itu ditandatangani Presiden Jokowi dalam peringatan Pidato
Bung Karno di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat (1/06/2016) silam.
Dalam pidatonya Jokowi menegaskan, Pancasila sebagai dasar bangsa
harus diketahui asal-usulnya. Dari generasi ke generasi harus diamalkan
dan menjadi ideologi yang bekerja dan dijaga kelanggengannya. (as.ak)

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya