oleh

Pria ini Terkejut saat Nonton Film P*rno, Karena Ternyata Dibintangi Pacarnya Sendiri

-Berita-320 Dilihat
Ilustrasi

BEIJING, SriwijayaAktual.com – Seorang pria di China yang tengah menonton film asusila
dengan temannya kaget karena pemeran utama dalam film tersebut ternyata
pacarnya yang sedang sekolah di Jepang. Pria tersebut marah dan
menghancurkan laptop temannya.
Pria bernama Xiao Chuan mengatakan pacarnya Xiao Nan adalah seorang
pelajar yang sedang studi di Jepang. Menurut Chuan, pacarnya adalah
perempuan yang berbakti pada orangtua.
“Teman saya mengomel tentang betapa cantiknya dia, tetapi saya tidak
tahan lagi,” kata Chuan, yang mengaku sengaja menghancurkan laptop
temannya karena marah, seperti dikutip China Press, Selasa (29/1/2019). Chuan berbagi kisahnya itu di forum online.
Menurut Chuan pacarnya memang bekerja paruh waktu di izakaya (pub Jepang untuk minum setelah bekerja) untuk meringankan beban keuangan orang tuanya. Ketika bekerja di pub, Nan digaji 1.000 yen per jam.
Pekerjaan itu hanya bertahan sebulan karena kondisi kerja yang buruk
dan jam kerja yang lama. Menurut Chuan pacarnya kemudian beralih profesi
menjadi model paruh waktu untuk sebuah majalah.
Namun, selama pindah kerja perempuan itu meyakinkan pacarnya bahwa
dia dalam kondisi baik. Dia bahkan kerap mengirim foto dirinya.
Setelah tahu pacarnya membintangi film dewasa, Chuan membeli tiket
pesawat dan terbang ke Tokyo untuk menemui pacarnya. Dia membeli
beberapa DVD film dewasa yang dibintangi pacarnya sebagai bukti ketika
bertemu.
Ketika bertemu di Tokyo, pasangan kekasih itu terlibat konfrontasi.
Xiao Nan mengakui jadi pemeran dalam film tersebut karena itu dianggap
sebagai satu-satunya cara untuk mendapatkan uang saku untuk biaya
sekolah.
Perempuan itu membela diri dengan berpendapat bahwa dia tidak
melakukan kejahatan. “Saya tidak mencuri atau merampok siapa pun, saya
mendapatkan uang melalui kerja keras saya,” katanya.
Sebaliknya, dia membalas pacaranya yang marah besar karena merasa
suci tapi menonton film dewasa. “Orang-orang tidak akan dimarahi, juga
tidak merasa bersalah atau malu ketika menonton film-film ini, tetapi
mereka memandang rendah gadis-gadis yang mengambil pekerjaan seperti
ini,” kata Nan.
Setelah perempuan itu puas memberikan penjelasan, Chuan benar-benar terdiam karena dia tidak memiliki argumen balasan yang baik. [*/ak]

Komentar