oleh

Pria Yang Dipenjara 22 Tahun Karena Sehelai Rambut

Sriwijaya Aktual – Pada tanggal 3 April 1981, Kirk Odom sedang berjalan kaki di dekat rumahnya di Washington DC ketika ia dihentikan oleh seorang polisi. Itu hanya razia rutin di jalanan.
Odom tidak melakukan apa pun, dimanapun. Dia adalah seorang pria berusia 18 tahun yang biasa-biasa saja dan memiliki seorang anak bayi berumur kurang dari satu tahun bernama Katrice.
Petugas kemudian menarik keluar dari sakunya sketsa seorang pria kulit hitam tak dikenal dan mengatakan bahwa pria dalam gambar tampak sangat mirip dengan dia.
“Saya berkata, ‘Tidak, itu tidak terlihat seperti saya’,” kenang Odom.
Kemudian petugas mengambil nama dan alamatnya, yang memungkinkan dia untuk pergi dan berpikir bahwa urusannya hanya berakhir sampai disitu. Tapi ternyata itu bukanlah akhir. Beberapa hari kemudian, Odom ditangkap dan didakwa melakukan kejahatan brutal.
Dua bulan sebelumnya seorang wanita muda telah diserang oleh orang asing yang memasuki apartemennya secara paksa sebelum fajar. Orang asing itu lalu menodongkan pistol ke kepalanya, menutup matanya dan mengikatnya, kemudian memperkosa dan menyodominya sebelum pergi dengan membawa sehelai travel cek senilai $ 400.
Bukti tuntutan terhadap Odom sesungguhnya sangat lemah. Korban melihat penyerangnya hanya sekilas dan dalam gelap, dan pada gambar komposit yang didasarkan pada keterangannya (yang membuat salah satu polisi berpikir itu tampak seperti dia) menyebutkan laki-laki hitam pemerkosa itu memiliki “kulit yang tidak begitu gelap”, sementara kulit Odom sangat gelap. Dia juga memiliki alibi yang meyakinkan, yaitu sedang tertidur di rumah ibunya pada saat serangan itu.
Police Composite Drawing
Dengan bukti-bukti goyah seperti itu, Odom mengasumsikan bahwa pihak penuntut akan segera menyadari kesalahan mereka dan seluruh mimpi buruk yang dialaminya akan segera pergi.
“Saya tidak memikir apa-apa yang akan datang setelah ini, karena saya tidak melakukan apa-apa,” katanya.
Tapi ketika datang ke pengadilan, Jaksa penuntut mengeluarkan kartu As mereka. Mereka menyatakan memiliki bukti penting berupa sehelai rambut. Mereka menunjukkan kepada dewan juri sebuah untaian tunggal dari rambut type “negroid” yang ditemukan di baju tidur korban dan diyakini pasti berasal dari pemerkosa.
Agen Khusus Myron T Scholberg dari FBI berdiri di depan juri dan menyampaikan Coup de grâce. Dia adalah petugas khusus yang bekerja pada unit analisis mikroskopis FBI di Washington DC. Scholberg juga menyatakan dia adalah seorang ahli terkemuka di dunia dalam ilmu penyidikan “hairy microscopic”.
Scholberg mengatakan kepada dewan juri bahwa ia telah menganalisis rambut pemerkosa yang ditemukan di TKP dan membandingkannya dengan sampel rambut yang diambil dari kepala Odom. Perbandingan itu telah menghasilkan kesimpulan bahwa kedua sampel itu secara signifikan sama persis. Itu adalah “fenomena yang sangat langka”, kata Scholberg.
Dari ribuan penyidikan pemeriksaan rambut selama 10 tahun, Agen FBI itu mengatakan kepada pengadilan, hanya ada delapan atau sepuluh kali ketika rambut dari dua orang yang berbeda begitu serupa sehingga dia tidak bisa membedakan mereka. Hal itu menunjukkan probabilitas yang signifikan bahwa rambut si pemerkosa dan rambut Odom adalah ‘sangat mungkin’ datang dari kulit kepala yang sama.
Kesaksian, yang dengan bangga menyerukan kepastian ilmu pengetahuan, telah melakukan tugasnya. Keputusan diambil dan Odom dinyatakan bersalah. Atas dasar bukti sehelai rambut, Kirk Odom menghabiskan 22 tahun berikutnya dalam penjara ditambah sembilan tahun untuk pelanggaran seksual.
Masalahnya adalah, kesaksian Scholberg itu sama sekali tidak ilmiah, dan sama sekali tidak benar.
Maju ke tahun 2009, dimana pada saat itu Odom telah menghabiskan hidupnya selama 22 tahun di penjara dan menjalani pembebasan bersyarat. Pada tahun itu Dewan Riset Nasional National Academy of Sciences merilis sebuah laporan penting dalam praktek analisis forensik di AS. Laporan tersebut menunjukkan masalah dasar dengan gagasan bahwa Anda dapat membandingkan dua sampel rambut dan menghasilkan perbandingan yang positif.
Tidak ada statistik yang tercatat, dewan menunjukkan, bahwa memetakan distribusi sifat rambut pada populasi umum, dan yang membuat tidak mungkin untuk membuat perhitungan yang berarti tentang probabilitas dari jenis rambut tertentu yang ditemukan.Akibatnya, “semua kesaksian analis yang menyatakan…. bahwa rambut TKP adalah “sangat mungkin”, atau “kira-kira mungkin” datang, atau memang berasal dari terdakwa melanggar kriteria ilmiah dasar yang mewajibkan pernyataan probabilitas harus didukung oleh data ilmiah”.
Untuk menjelaskannya dalam bahasa Inggris, pernyataan Scholberg kepada dewan juri di pengadilan Odom – bahwa perbandingan yang telah dia temukan antara terdakwa dan rambut si pemerkosa sebagai “fenomena yang sangat langka” – itu adalah fantasi alias omong kosong yang sempurna.
Darimana keyakinan pada ilmu kemampuan mencocokkan rambut ini berasal?. Chris Fabricant dari Innocence Project (yang berhasil membebaskan banyak tahanan tidak bersalah dengan bukti DNA), dan rekannya, William Carrington, telah menelusuri kembali sejarahnya sampai ke tahun 1855, ketika Jaksa Penuntut di Mississippi mengklaim mereka bisa mengidentifikasi pelaku pembunuhan seorang pemilik perkebunan kapas berdasarkan bukti rambut yang ditemukan di TKP.
Kecanggihan analisis – atau kurang dari itu – hampir tidak berubah selama abad berikutnya. Adapun perubahan yang terjadi setelah perang dunia kedua adalah bahwa FBI meningkatkan tekniknya dengan menetapkan bahasa ilmiah sebagai bagian dari kesimpulan.
Sebagai contoh, buku panduan FBI tahun 1977 yang berjudul “Microscopy of Hair : A Practical Guide and Manual”, dibumbui dengan bahasa ilmiah – sebaceous gland, papilla, uniserial, vacuolated, cortex, cuticle.
Asumsi yang disimpulkan dalam 53 halaman buku panduan itu adalah bahwa dengan bantuan mikroskop, pemeriksa yang terampil dapat mencocokkan dua rambut untuk orang yang sama dengan probabilitas akurasi tinggi, dengan cara membandingkan kualitas seperti warna, diameter, kutikula, skala, pigmen dan sebagainya.
Clarence Kelley, yang kelak menjadi direktur FBI, menuliskan kata pengantar di buku panduan itu di mana ia menyatakan harapannya bahwa itu akan mempromosikan “penggunaan maksimum bukti fisik dalam sistem peradilan pidana Amerika”.
Pada puncaknya, unit analisis mikroskopis di Washington memiliki 11 agen khusus yang sepenuhnya bertugas untuk melakukan penyidikan perbandingan rambut, dan bekerja pada hingga 2.000 kasus per tahun dan bersaksi 250 kali per tahun.
Antara tahun 1972 dan 1999, unit yang memproduksi setidaknya 2.500 perbandingan rambut positif yang digunakan dalam kasus-kasus kriminal, dan puluhan ribu lebih lainnya yang mungkin dihasilkan dari detektif-detektif FBI yang menjalani pelatihan untuk menggunakan teknik-teknik cacat ilmiah di masing-masing negara di seluruh negeri.
Pada bulan April tahun ini, sebagaimana yang dilaporkan oleh Spencer Hsu dari Washington Post, FBI dan Departemen Kehakiman AS secara resmi meminta maaf dan mengakui bahwa mereka telah memberikan kesaksian cacat di hampir semua persidangan pidana dimana agen-agennya memberi kesaksian ahli. Kasus-kasus tersebut termasuk 32 sidang pengadilan yang menghukum terdakwa dengan hukuman mati dan sembilan di antaranya telah dieksekusi.
Kirk Odom Case
Mungkin bagian yang paling luar biasa dari saga “permintaan maaf” ini adalah bahwa selama ini mereka berpikiran telah melakukan investigasi terbaik dalam sistem peradilan AS sampai April 2015 dengan membuat pengakuan formalnya.
Namun FBI telah memperingatkan tentang ilmuwan tidak jujur setidaknya sejak tahun 1985, ketika Akademi FBI di Virginia mengadakan simposium internasional tiga-hari di mana para ahli forensik dari seluruh dunia datang bersama-sama untuk mempertimbangkan analisis rambut sebagai alat investigasi. Seorang manajer senior dari laboratorium FBI, Harold Deadman, mengatakan kepada mitra globalnya: “Kami percaya kepada perbandingan rambut.”
Tapi panelis dari bagian lain dunia tidak begitu tertarik. Chief scientific officer dari Kepolisian Metropolitan London mengatakan dalam pertemuan bahwa “ada keengganan mendasar di kalangan pemeriksa di Inggris untuk memeriksa rambut karena umumnya nilai buktinya rendah”.
Kriminolog dari New York bernama Peter De Forest menyatakan keberatan dengan kesaksian khusus yang diberikan oleh petugas pemeriksa FBI dibanyak pengadilan Amerika. Dia membacakan di depan simposium, bahwa secara umum FBI akan memberitahu juri: “rambut ini serupa dan dalam pengalaman saya, saya telah meneliti ribuan rambut dan saya belum pernah menemukan dua rambut dari berbagai sumber yang sama”.
Kemudian De Forest mengatakan dalam pertemuan itu bahwa menurut pendapatnya bahwa kesaksian itu “sangat menyesatkan dan tidak didukung oleh data”. Ia merujuk pada kesaksian yang diberikan, hampir kata demi kata, oleh Scholberg di pengadilan Kirk Odom empat tahun sebelumnya.
Pada tahun 2009 Donald Gates menjadi orang pertama yang akan dibebaskan setelah dipenjara akibat bukti fantasi rambut. Dia telah menghabiskan 28 tahun di balik jeruji besi. Mengapa kemudian yang dibutuhkan lebih dari 27 tahun untuk menyatakan Odom tidak bersalah?. Dan mengapa tim FBI yang sangat terlatih, spesialis prosedur yang terhubung secara internasional, menempatkan ribuan orang yang berpotensi tidak bersalah di balik jeruji besi?.
Donald Gates
Sepertinya ide yang baik untuk menempatkan pertanyaan-pertanyaan langsung kepada Myron Scholberg. Dia saat ini 82 tahun dan telah pensiun dari FBI. Ketika dihubungi melalui telepon di rumahnya di Virginia ia tidak tertarik untuk bernostalgia pada subjek wawancara. “Saya tidak akan membahas itu lagi,” katanya.
Telepon berakhir ketika dia membanting gagang telepon, tetapi sebelum melakukannya ia berbagi beberapa pilihan kata yang mengungkapkan pendapatnya tentang penyelidikan nasional yang berlangsung tentang metode yang digunakan FBI dalam menganalisis rambut: “Ini semua omong kosong,” dia berkata. “Ini semua kumpulan omong kosong.”
Ada mantan agen FBI yang lain, seorang veteran 16 tahun di laboratorium forensik Washington, yang senang berbicara. Fred Whitehurst adalah whistleblower pertama dari dalam lembaga, yang memulai gulir bola salju yang membuka tutup bencana analisis rambut FBI dan akhirnya menyebabkan publisitas nama Odom.
Whitehurst ditanya mengapa dia berpikir FBI masih saja terjebak dengan perbandingan rambut selama bertahun-tahun setelah kredibilitas teknik ilmiahnya dipertanyakan. “Itu soal keyakinan,” jawabnya singkat.
Whitehurst mulai menceritakan kepada atasannya di FBI bahwa ada masalah serius dalam laboratorium forensik sejak tahun 1990, ketika ia mengetahui bahwa salah satu rekan-rekannya telah memberikan kesaksian palsu dalam sidang profil tinggi. Menyelidiki lebih dalam kegiatan rekan itu, penyelidikan Whitehurst membawanya pada kekacauan luar biasa yang disebabkan oleh hair microscopy.
Itu bukan proses cepat atau mudah. Antara 1992 dan 1997 Whitehurst menulis 237 nota kepada atasannya, mengingatkan mereka bahwa ada masalah besar dalam laboratorium FBI. Tanggapan mereka?, “Itu bukan ide yang baik menjadi whistleblower di FBI,” kata Whitehurst. “Mereka akan menghancurkan Anda. Mereka akan mengirim Anda ke psikiater untuk dievaluasi, seperti yang mereka lakukan kepada saya, persis seperti yang dilakukan oleh orang-orang Uni Soviet.”
Whitehurst disisihkan dan diabaikan. Tapi ia terus-menerus meniupkan peluit dan setelah bertahun-tahun ia berhasil menarik perhatian pengacara-pengacara publik yang keras kepala dan berani, yang mulai membuka kembali kasus-kasus tahanan jangka panjang yang dihukum karena pseudosains analisis rambut.
Fred Whitehurst
Dengan bantuan tes DNA yang mulai diterapkan pada akhir 1980-an yang menawarkan analisis yang benar-benar ilmiah dan definitif dari sampel rambut, mereka berhasil mendapatkan pembebasan pada tuduhan pertama.
Pada tanggal 15 Desember 2009, setelah menghabiskan 28 tahun di balik jeruji besi untuk tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan, Donald Gates keluar sebagai orang bebas dan tidak bersalah. Tragisnya untuk menebus kesalahannya, pemerintah hanya memberinya $ 75 dan tiket bus kembali ke Ohio.
Seandainya bukan Sandra Levick, pengacara tangguh dari DC Public Defender yang menangani Gates, kisahnya mungkin akan selesai sampai disana saja. Tapi rasa ingin tahu Levick telah terusik.
Jika kliennya telah dihukum selama hampir tiga dekade karena fantasi sains rambut, berapa banyak orang lain yang di luar sana yang mengalami hal yang sama?. Dia mulai bertanya-tanya kesana-kemari, dan pada tahun 2010, pertanyaannya menyebabkan ketukan di pintu Odom. Apakah dia ingin beberapa bantuan untuk melihat ke kasusnya, demikian pertanyaan salah satu peneliti anak buah Levick.
Pada saat itu Odom telah menyelesaikan 22 tahun di penjara dan tujuh tahun hukuman bersyarat sebagai pelanggar seks, eksistensi yang melibatkan tes detektor kebohongan. biasa
“Mereka masih merasa aku berbohong ketika aku bilang aku tidak melakukannya, meskipun mereka yakin aku memang tidak melakukannya,” katanya.
Namun rambut – sehelai rambut yang telah membuat dia mendekam di penjara begitu lama – mengatakan cerita yang berbeda. Levick berhasil melacak sebuah kotak dari bahan TKP dari kasus Odom, termasuk rambut yang digunakan sebagai alat bukti utama untuk menghukum dia, serta jubah wanita yang bernoda air mani si pemerkosa. Tes DNA membuktikan tanpa keraguan bahwa Odom bukanlah pelaku kejahatan itu.
FBI headquarter
Odom secara resmi dibebaskan pada tanggal 13 Juli 2012. Itu adalah hari ulang tahunnya yang ke-50, momen langka setelah bertahun-tahun terluka. “Itu adalah hari yang indah,” katanya, mengingat bahwa ketika ia mendapat telepon dari Levick mengatakan kepadanya bahwa ia tidak bersalah. Ia sedang melakukan pekerjaan perbaikan pipa dengan saudaranya di pinggiran DC.
“Aku ingat telah berteriak keras. Lampu rumah orang-orang segera menyala. Aku tak sadar berada di lingkungan yang salah dengan membuat suara keras. Tetapi aku ingin berbagi sukacita dengan semua orang. Ini adalah pertama kalinya dalam bertahun-tahun aku benar-benar merasa bebas.”
Tiga orang sejauh ini – Gates, Odom dan Santae Tribble – telah dibebaskan sebagai akibat dari penguraian epik kepercayaan FBI pada analisis rambut. Semua orang sekarang setuju mereka bertiga hanya puncak dari sebuah gunung es besar. Dengan 2.500 kasus sedang menunggu tinjauan ulang, dan mungkin puluhan ribu lebih lainnya yang belum teridentifikasi di 50 negara bagian, bisa menghabiskan waktu bertahun-tahun sebelum cerita ini ditutup.
“Kami mengandalkan pengadilan yang adil di mana pemerintah harus membuktikan semua keraguan atas ketidak bersalahan,” kata Levick. “Dalam mungkin puluhan ribu kasus ini, terdakwa ditolak untuk mendapat pengadilan yang adil sebagai akibat jaksa yang mengajukan kesaksian palsu atau menyesatkan dari analis rambut – kita harus memeriksa kembali semua kasus ini, agar kita dapat membuktikan orang tidak bersalah yang sebenarnya.”
Kirk Odom
Odom kemudian menikah dan memulai bisnis pindah rumah dengan istrinya yang bernama Harriet & Kirk Moving Company. Dia tidak lagi harus keluar sambil bertanya-tanya apakah orang tahu dia pelanggar seks yang terdaftar. Dia membangun kembali hubungannya dengan putrinya Katrice untuk mengganti waktu-waktunya yang hilang.
Dia khawatir bahwa masih banyak ratusan atau ribuan orang lainnya yang bernasib sama seperti dia dan masih terjebak dalam tempat yang salah di suatu tempat. “Aku hanya ingin terus menceritakan kisahku kepada siapa pun yang mau mendengarkan,” katanya, “Dengan harapan itu akan membantu orang-orang sepertiku.”
Suatu kali Odom ditanya, apa yang akan ia katakan kepada Scholberg jika ia memiliki kesempatan bertemu dengannya. Odom hanya tertawa dan menggelengkan kepalanya. “Aku pikir, aku hanya ingin dia meminta maaf. Itulah yang aku ingin dia lakukan.”
Benarkah?. Tak ada permintaan maaf?. “Tidak”, katanya. Tidak dari Scholberg, tidak dari atasan Scholberg di laboratorium FBI, tidak dari direktur FBI, tidak dari jaksa, tidak dari hakim di pengadilan, tidak dari Departemen Kehakiman, bahkan tidak dari Presiden Obama. Tidak ada seorangpun yang meminta maaf!.
Apakah itu cukup?. Apakah cukup dengan hanya mendengar seseorang di posisi yang memiliki tanggung jawab mengatakan maaf?.
“Ini akan menjadi awal,” kata Odom. “Kau tahu, itu benar-benar akan menjadi sebuah awal yang baru. (guardian/tvsx)
Coup de grâce (France): The final blow that results in victory or Finishing strike (serangan terakhir yang menghasilkan kemenangan).(wiki)

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya