oleh

Protes Pokestop Game Pokemon Bertebaran di Markas Polda Metro

-Berita-244 Dilihat
JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Objek vital Negara, mulai dari markas militer sampai
Istana tak boleh jadi tempat untuk bermain Pokemon. Lalu bagaimana
dengan markas polisi yang juga merupakan objek vital?

Di Polda
Metro Jaya, setidaknya tercatat ada enam Pokestop atau tempat mengambil
bola untuk menangkap monster di game Pokemon. Pokestop itu bertebaran di
masjid hingga di taman di Polda Metro. Apakah itu mengganggu keamanan?

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono mengaku keberatan.
“Ya kalau dibilang keberatan, tentu saja. Kok kita (Markas) dijadikan
objek mainan dunia maya. Nanti saya laporkan dulu ke Kapolda,” ujar Awi
saat ditemui wartawan di kantornya, Jakarta, Selasa (9/8/2016).
Markas Polda Metro Jaya memang terbuka untuk masyarakat umum karena
memberikan pelayanan kepada masyarakat, misalnya menerima laporan dan
lainnya. Namun dengan adanya pokemon di kantor polisi, dikhawatirkan
masyarakat akan datang berbondong-bondong ke markas untuk mencari
pokemon.

“Yang ditakutkan masyarakat berbondong-bondong ke Polda untuk mencari
pokemon yang sesuai digambarkan di situ. Walau kita pelayanan
kepolisian, tetapi ada hal-hal yang tidak bisa didatangi oleh publik,”
imbuhnya.

Ada beberapa wilayah terbatas yang dijadikan sebagai
pokestop, yang seharusnya tidak didekati oleh publik. Salah satunya
yakni helipad di Gedung Sabhara Polda Metro Jaya.

Selain di
helipad, pokestop juga terdapat di depan Gedung Direktorat Reserse
Kriminal Khusus, di depan Gedung Utama Polda Metro Jaya, di depan Gedung
Traffic Management Center (TMC), Masjid Al-Kautsar dan musala di dekat
lokasi cek fisik Samsat Jaksel.

Juga terdapat sejumkah monster
Pokemon di area markas Polda Metro Jaya, seperti pidgeot, rattata,
pidgey, kakuna, poliwag dan lainnya. Aplikasi Pokemon GO ini bersumber
data dari google map, sehingga sejumlah lokasi menjadi sasaran Pokestop.
(*).

Sumber, detiknews

Komentar