oleh

Rebutan PSK, Oknum TNI dan Wartawan Berakhir Baku Hantam!

-Berita-322 Dilihat
Ilustrasi/psk

NABIRE, SriwijayaAktual.com – Diduga memperebutkan seorang pekerja seks komersial (PSK) di sebuah
lokalisasi, seorang oknum wartawan dan TNI terlibat adu mulut hingga
berujung kontak fisik.
Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhamad Aidi menjelaskan,
kedua oknum tersebut rebut dan baku hantam karena memperebutkan seorang
PSK bernama Lidia di Lokalisasi Samabusa, DistrikTeluk Kimi, Samabusa
–Nabire pada Sabtu 26 Januari 2019 sekitar pukul 23.00 WIT. Oknum TNI
berinisial Pratu AM dan oknum wartawan berinisial R.
Setelah kejadian, pada 27 Januari 2019 sekitar pukul 02.20 WIT oknum
wartawan berinisial R ditemani Priyono (wartawan sinar pos) dan Yasin
(Satpam Samabusa) menuju Mako Denzipur, satuan Pratu AM untuk melaporkan
percekcokan yang terjadi di Lokalisasi Samabusa kepada pimpinan AM.
“Namun saat tiba di depan gapura Mako Detasemen Zipur-12/OHH oknum
TNI Pratu AM beserta 4 (empat) orang temannya dari PT Kabel Optik
berusaha mencegah Rohim sehingga terjadi perkelahian,” jelas Aidi,
Selasa (29/1/2019).
Akibat kejadian tersebut, menurut Aidi, oknum wartawan R mengalami
luka lebam bagian mata kanan dan pelipis kiri lebam, luka robek garis di
bawah mata kiri sepanjang 2 cm, luka robek garis di atas telinga
sebelah kiri dan Luka Lebam Pudak kiri. Sedangkan Priyono (Wartawan
Sinar Pos) mengalami luka lebam bagian mata kiri dan dan 4 jahitan di
pelipis kiri, dan memar di pipi kiri.
Aidi melanjutkan, sekitar pukul 02.30 WIT Pasi Intel Denzipur 12/OHH
Lettu Czi Purwadi tiba di lokasi dan mengamankan Pratu AM. Selanjutnya
membawa dua korban ke UGD RSUD Nabire untuk mendapatkan perawatan.
“Saat ini korban sudah keluar dari RSUD Nabire guna menjalani rawat
jalan. Kedua belah pihak sudah dipertemukan dan masing-masing mengakui
kesalahannya,” ungkap Aidi.
Aidi menambahkan, oknum Pratu AM saat ini sudah ditahan di sel
tahanan Provost Denzipur-12/OHH, Selanjutnya akan dilimpahkan ke Denpom
dalam rangka menjalani proses hukum.
“Kami sangat menyayangkan dengan masih adanya prajurit TNI yang
keluyuran ke tempat lokalisasi, ini adalah prilaku yang sangat tidak
terpuji dan tidak bermoral. Institusi TNI tidak akan mentolelir hal
tersebut. Yang bersangkutan pasti akan kami tindak keras sesuai proses
hukum yang berlaku,” tegasnya. [*/ak]

Komentar