oleh

RI Galang Dukungan Masuk ke Organisasi Maritim Dunia, Apa Untungnya?

loading...
SriwijayaAktual.com – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meminta dukungan negara anggota
International Maritim Organization (IMO) pada acara resepsi diplomatik
menjelang pemilihan anggota Dewan IMO periode 2020-2021 pada Rabu
(27/11) di Church House, London Inggris.
“Indonesia berkomitmen untuk meneruskan kerjasama yang baik dengan IMO
di dalam mewujudkan pelayaran yang selamat, aman dan ramah lingkungan.
Oleh sebab itu, Indonesia meminta dukungan negara-negara anggota IMO
dalam pencalonan dewan IMO Kategori C periode 2020 s.d. 2021. Vote for
Indonesia!” ujar Budi usai menyampaikan general statement di acara
indonesia’s Diplomatic Reception (resepsi) yang diselenggarakan oleh
Kementerian Perhubungan (27/11/2019).

Lebih lanjut, Budi mengatakan perlunya Indonesia menjadi anggota IMO
agar Indonesia dapat terus berkontribusi untuk menjamin keselamatan,
keamanan pelayaran yang lebih baik lagi.

loading...

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal IMO, Kitack Lim turut
hadir dan menyampaikan apresiasi kepada Indonesia yang telah bekerja
sama dengan IMO untuk mewujudkan keselamatan, keamanan dan perlindungan
lingkungan maritim.

Adapun acara diplomatic reception dimaksud dihadiri oleh 150 orang lebih
dari 174 negara dengan agenda resepsi terdiri dari pemutaran video
pencapaian Indonesia di sektor transportasi laut, Video pencalonan BPK
sebagai external Audit IMO periode 2020 – 2023 yang diakhiri oleh seni
musik gamelan bali dan tarian tradisional.
Di luar resepsi, pada hari yang sama Menteri Perhubungan juga
berkesempatan menemui Sekretaris Jenderal IMO, Kitack Lim di ruang
kerjanya. Untuk menyampaikan dokumen aksesi/pengesahan Konvensi
Internasional IMO tentang Standar Pelatihan, Sertifikasi dan Dinas Jaga
bagi Awak Kapal Penangkap Ikan, 1995 (IMO International Convention on
Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Fishing Vessel
Personnel, 1995 (STCW-F). STCW-F 1995 mulai berlaku secara
internasional pada tanggal 29 September 2012.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai peningkatan kompetensi bagi SDM Indonesia di bidang maritim.
Turut hadir mendampingi Menhub, Dirjen Perhubungan Laut, Dirjen
Perikanan Tangkap KKP, Wakil ketua BPK, Duta Besar Republik Indonesia
untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia. (detik.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed