oleh

Rocky Gerung: Bangunan Megah yang Isinya Cuma Pelapor, Korektor, dan Boneka

-Berita-389 Dilihat
foto/istimewa

SriiwjayaAktual.com – Dosen filsafat yang juga merupakan pengamat sosial-politik Rocky Gerung
menyatakan idealnya ada kontroversi dalam berpendapat agar tak membeo.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dikutip akurat.co membeo
berarti berbuat seperti burung beo dengan meniru saja perkataan (ucapan)
orang lain (tanpa memahami maksudnya).
Nama Rocky Gerung
semakin jadi perhatian, terutama setelah dia dipanggil Direktorat
Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya untuk dimintai klarifikasi atas
pelaporan dengan tuduhan penistaan agama oleh Jack Boyd Lapian pada 16
April 2018 karena pernyataan yang menyebut “kitab suci adalah fiksi” di
salah satu acara televisi swasta.
Meski posisinya cenderung gawat, Rocky Gerung
tetap aktif menyampaikan kritik melalui akun Twitter. Beberapa waktu
yang lalu, dia mempertanyakan cara berpikir kalangan tertentu yang
disebutnya tidak pernah lengkap. 
“Mengapa pikiran kalian tak pernah lengkap?” kata dia.

Menurut Rocky Gerung mereka seharusnya tidak perlu marah-marah ketika membahas konsep fiksi-fiktif dan rasional-irasional.
“Mulanya fiksi-fiktif, lalu rasional-irasional. Gak perlu ngamuk ngebahas yang beginian bong,” katanya.
Rocky Gerung menekankan yang beragama itu orang, bukan negara. “Ngamuk lagi deh,” kata dia.
Dalam tweet yang lain, dia menyindir sikap kalangan tertentu, antara lain mereka sedikit-sedikit melapor.
“Bangunan megah yang isinya cuma pelapor, korektor, dan boneka,” kata Rocky Gerung.
Rocky Gerung
mengatakan politik adalah jalan menempuh keadilan. Ada sistem, ada
organisasi, ada partai. Tapi perlu individu yang kuat untuk memulai
langkah.
“Gue gak suka mendikte. Demikian sebaliknya,” kata dia baru-baru ini. 

Lihat Juga Video lainya dibawah ini;

[red/akrt]

Komentar