oleh

Sembari Meneteskan Air Mata, Buni Yani; Demi Allah SWT Dunia Akhirat Saya Tidak Ubah Isi Video Ahok

-Berita-253 Dilihat
Dalam jumpa persnya hari ini, Senin (7/11/2016), Buni Yani menegaskan
bahwa dia bukanlah orang yang pertama kali mengunggah video Ahok.
(Bintang)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Buni Yani, pengunggah video pernyataan calon gubernur
DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok soal Alqura’n Surat Al Maidah ayat
51, memastikan dirinya tidak mengubah sedikit pun konten yang dia upload.  
“Saya bersumpah demi Allah dunia akhirat, saya tidak mengubah apa-apa
dalam video tersebut. Karena saya tahu‎ itu (akan jadi) fitnah,” kata
Buni Yani tampak sembari menangis, saat konferensi pers di Wisma Kodel, Kuningan, Jakarta, Senin
(7/11/2016). 
Baca Juga Ini: Disebut Buni Yani Dapat Jadi Tersangka, Pengacara: Polisi Ngawur Itu ….
Buni mengaku sangat memahami UU Informasi dan Transaksi
Elektronik (ITE) dan Penyiaran. Sebagai seorang pengajar di salah satu
universitas, kata Buni, dirinya tidak pernah mengajarkan kebencian
kepada mahasiswanya.
“Saya dituduh menjadi seorang provokator menyebar kebencian SARA
melalui postingan saya. Itu sama sekali tidak benar. Saya punya
kualifikasi, saya dosen. Mana saya pernah mengajari mahasiswa saya
mengajari kebencian,” kata dia.
Baca juga: Aksi 4 November, Yusril; Minta Presiden RI Jokowi Jangan Lari Dari Masalah, Cepat Buktikan Bertindak Secara Hukum
Dia juga menegaskan, dirinya bukan pengunggah pertama video yang
menampilkan Ahok menyitir Al Quran Surat Al Maidah ayat 51 saat
berbicara dengan warga Kepulauan Seribu. Selain itu, dia mengaku tidak
memiliki kemampuan, alat, waktu dan kepentingan khusus untuk mengedit
sebuah video. 
“Saya bukan orang pertama yang upload. Saya dapat dari NKRI,”
ujarnya. Buni membantah dirinya dengan sengaja telah menghilangkan
sebagian dari isi video tersebut. (rimanews).
foto/tempo; Himpunan Advokat Muda Indonesia bersama dengan Buni Yani dan Panglima
Front Pembela Islam Munarman menggelar konferensi pers terkait video
Ahok, Senin (7/11/2016)

.

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya