oleh

Sentil Nusron Wahid, Ustadz Yusuf Mansyur Nangis Minta Publik Tak Arogan pada Ulama

-Berita-267 Dilihat
Yusuf Mansur
SriwijayaAktual.com – Ustadz Yusuf Mansyur mengungkapkan kritik terhadap
mantan ketua tim sukses Ahok, Nusron Wahid, yang terlalu arogan terhadap
ulama. Saat itu, Nusron yang menjadi bintang tamu Indonesia Lawyer Club
(ILC) menyentil MUI, Ahmad Dhani dan semua orang yang menghakimi Ahok. 
“Yang paling sah untuk menafsirkan dan paling tau tentang Alquran itu
sendiri, adalah Allah dan Rasullulah, bukan MUI, bukan Ahmad Dhani…,”
kata Nusron Wahid saat diberi kesempatan bicara di acara yang dipandu
Karni Ilyas itu.
Nusron Wahid
Pernyataan tersebut langsung menimbulkan pro kontra. (12/10/2016), Ustadz Yusuf
Mansyur juga mengkritisi langkah Nusron dan meminta publik berhati-hati
dan tidak emosional serta menghakimi ulama.
Baca Juga Ini; Golkar DKI Jakarta; Jika PDIP Tidak Mau Gabung, Silakan Bikin Baru Sendiri …
Twitter Yusuf Mansur /Berbagisemangat ‘Menangis’

Dalam video tersebut, Yusuf bahkan sempat menangis tersedu-sedu.
Meski sudah dihapus, video tersebut masih beredar viral di media
sosial.

“Bismillaah… Saya dan kita semua, berdoa, dan doakan Pak Haji
Nusron. Spy amarah. Apalagi sampe penuh amarah. Tdk arogan. Menghargai
ulama, menghargai para guru, yang dari para gurunyalah Nusron bs baca
Ayat Suci. Kalau bukan dari para guru dan para ulama, yang terus
bersambung kepada Rasul, darimana beliau dan kita semua bisa tau baca
dan paham makna ayat demi ayat? Satu hal. Nusron sahabat kita. Sama2
ummat Nabi. Adalah salah kalau kita yang malah saling berperang. Adalah
salah kalau kita yang malah saling menyerang. Semoga tidak perlu lagi di
antara kita saling menyerang sendiri. Jangan ampe salah milih musuh.
Jadi, saling meluruskan, boleh. Saling menasihati boleh. Tapi jadi
saling bertikai, meledek, merendahkan, tidak menganggap, satu sama lain,
maka itu yg ga boleh. Hrs krn Allah semua. Dan yang terpenting, saling
doa. Jangan biarkan justru kita yang saling berantem.

Saya pribadi,
banyak2 minta didoakan. Bertambah lagi pelajaran u saya anak bawang ini.
Untuk menghargai orang2 tua, utamanya para guru dan ulama. Tidak
meninggikan suara di hadapan ulama. Apalagi disaksikan jutaan orang. Yg
kelak akan jadi value tersendiri. Value yg ngeri kalau jd standar anak2
muda. Oh boleh ya? Melotot dan ngomelin ulama? Ngeri sekali. Jangan
sampe saya malah menghina dan merendahkan ulama, tanpa batas. Semua
ulama jadinya. Dan itu berarti, ulama terdahulu, sampe ulama akhir
zaman. Sedang, satu ulama saja, “beracun dagingnya”. Maksudnya gmn? Jika
kita ga suka, apalagi sampe merendahkan, membenci, ribut, sama ulama,
maka kitalah yang terbunuh. Kitalah yang sakit. Kitalah yang hancur.
Kualat kalo bahasa gampangnya mah. Ini pelajaran tambahan lagi buat saya
setelah liat rekaman ILC. Selain jd ladang amal u berdoa, mendoakan,
dan minta didoakan. Terus terang, saya nangis. Yaa Allah, selamatkan
ummatnya Nabi ini. Apalagi ini Bulan Suci. Yaaa Allah, tolong lah kami.
Hilangkan semua penyebab kami menjadi gaduh ini…Ust. Yusuf Mansyur,”
ungkap Yusuf di video tersebut. (*).

Sumber, rimanews 

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya